Main Menu

Studi Terbaru: Angka Harapan Hidup Orang Indonesia Bertambah Lama

Aries Kelana
29-06-2018 21:57

Ilustrasi Lansia. (Pixabay/FT02)

Jakarta, Gatra.com -- Pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap kesehatan makin maju. Begitu pula metode pengobatan yang dijalani. Ini menyebabkan harapan hidup orang Indonesia bertambah lama. Itu merupakan hasil studi global yang dilakukan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), Universitas Washington, Amerika Serikat.

Hasil studi tersebut dipublikasikan dalam Jurnal the Lancet hari ini, Jumat (29/62018). Dan pada hari ini pula, salah satu peneliti utama di Indonesia, Nafsiah Mboi, memaparkan hasil risetnya kepada pers di Hotel Harris Suites FX Sudirman, Jakarta Selatan.

Di situ Mboi, mantan Menteri Kesehatan periode 2012-2014 mengatakan bahwa pada era 1990, usia harapan hidup penduduk Indonesia rata-rata 63,6 tahun. Namun, sejak 2016, angkanya meningkat jadi 71,7 tahun. “Wanita Indonesia hidup sedikit lebih lama dibandingkan para pria,” ujarnya dalam rilisnya yang diterima Gatra.com.

Peningkatan usia harapan hidup ini sebagian besar disebabkan keberhasilan Indonesia menanggulangi penyakit menular, penyakit terkait kehamilan, neonatal, dan penyakit-penyakit terkait gizi. Pada tahun 1990, penyakit diare, infeksi saluran nafas bawah (LRI), dan tuberkulosa (TBC) masih merupakan tiga penyakit penyebab utama kematian dan disabilitas.

Lebih dari 25 tahun kemudian, TBC menduduki peringkat ke-4, diare ada di peringkat 10, dan infeksi saluran nafas bawah tidak lagi berada dalam sepuluh besar penyebab kematian dan disabilitas.

Itu berdasarkan hasil riset global IHME terhadap 333 penyakit di Indonesia dengan 7 negara sebagai pembanding. Yang terlibat dalam studi IHME, antara lain, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, BAPPENAS, Biro Pusat Statistik, Eijkman Oxford Institute, Universitas Indonesia dan BPJS Kesehatan. Mereka mengkaji penyebab kematian dan disabilitas dari 333 penyakit di Indonesia dan tujuh negara pembanding.

Namun tantangan usia harapan hidup yang meningkat adalah makin banyaknya penyakit tidak menular. Pada saat ini juga Indonesia menghadapi tantangan meningkatnya berbagai penyakit tidak menular, antara lain penyakit jantung, diabetes, stroke, kanker, dan lain-lain.

Menurut Mboi, Indonesia saat ini menghadapi tantangan ‘Beban Ganda Penyakit’. Ia menyarankan semua pihak harus tetap giat melakukan berbagai upaya untuk menurunkan infeksi penyakit menular seperti TB, diare dan berbagai gangguan kesehatan ibu dan bayi. “Pada saat bersamaan, kita juga perlu meningkatkan berbagai upaya pencegahan dan mengatasi penyakit-penyakit tidak menular, yang pengobatannya membutuhkan biaya yang sangat besar” katanya.


Editor: Aries Kelana

 

 

 

Aries Kelana
29-06-2018 21:57