Main Menu

Kurang Gizi Sejak Sebelum Hamil Berpotensi Lahirkan Anak Stunting

Annisa Setya Hutami
30-06-2018 13:15

Ilustrasi wanita hamil (Dok. Gatra/Dharma W./yus4)

Jakarta, Gatra.com -  Wanita perlu memperhatikan nutrisi dan vitamin pada makanan yang dikonsumsinya. Ternyata, pertumbuhan janin juga dipengaruhi besaran gizi ibu sebelum hamil. Kekurangan asupan tersebut dapat mengakibatkan kurangnya berat badan dan panjang bayi.

" Perempuan dengan gizi kurang sejak sebelum hamil terbukti meningkatkan risiko 1,81 kali melahirkan bayi kecil. Untuk masa kehamilan dan berat lahir rendah 1,47 kali," ujar Guru Besar Tetap Ilmu Kesehatan Anak, Soedjatmiko pada Sabtu (30/6) saat membacakan pidato upacara pengukuhannya di Imeri UI.

Ia menuturkan terdapat beberapa faktor lain lagi yang memengaruhi seperti mengalami anemia, memiliki kebiasaan merokok, dan menikah saat usia remaja. Karena itulah, kasus stunting di Indonesia tergolong cukup besar.

Anak dengan tinggi badan rendah rentan terkena penyakit. Mulai dari seringnya diare hingga merasakan sesak nafas. Hal ini dikarenakan terganggunya integritas mukosa usus dan saluran nafas. Bila tidak segera ditangani maka akan berisiko terjadinya kematian. Oleh karena itu, Soedjatmiko menyarankan agar bidan harus mampu melakukan deteksi dini dan intervensi dini kurang gizi kronik pada ibu hamil, menyusui, bayi dan balita.

" Deteksi dan intervensi dini bayi risiko tinggi seharusnya dijamin penuh oleh JKN atau BPJS. Ini agar tidak mengalami gangguan tumbuh kembang. Jika sudah terlanjur maka justru membutuhkan biaya lebih mahal," katanya.

Guna menghindari risiko, maka sebelum hamil perempuan diimbau rutin melakukan pengecekan kesehatan. Terutama sering lakukan konsultasi gizi. Dengan itu diharapkan kasus stunting di Indonesia dapat berkurang.

"Perlu perbaikan gizi bagi remaja perempuan sebagai calon ibu. Agar mencegah bayi berat lahir rendah dan pendek," ucapnya.


Reporter: ASH
Editor: Iwan Sutiawan

Annisa Setya Hutami
30-06-2018 13:15