Main Menu

Berikan Stimulus pada Batita agar Lancar Berbicara

Annisa Setya Hutami
30-06-2018 16:17

Ilustrasi Bayi bicara. (Shuuterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Banyak orang tua kebingungan ketika anaknya yang berumur di bawah tiga tahun (batita) belum dapat berbicara. Solusi yang mereka pilih untuk mengatasi hal ini biasanya dengan memberikan gawai. Padahal tanpa alat elektronik, sesungguhnya orang tua punya kemampuan memecahkan permasalahan tersebut.

"Di Indonesia banyak batita terlambat berbicara. Umumnya terjadi pada keluarga yang menggunakan dua bahasa atau lebih. Kemudian faktor lain karena terlalu banyak menonton hiburan melalui televisi, komputer dan tablet, serta telepon seluler. Seharusnya orang tua bisa memberikan stimulasi," jelas Guru Besar Tetap Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Soedjatmiko di Imeri FK UI, Jakarta, Sabtu (30/6).

Menurutnya rangsangan yang diberikan setiap hari akan berpengaruh pada kecerdasan dan perilaku anak. Anak di bawah usia tiga tahun akan dengan mudah mencontoh perilaku yang sering dilihat dan didengar. Maka, rangsangan bisa dilakukan orang tua lewat berbicara, mendongeng, bernyanyi, serta mengenalkan kata dan warna.

"Perkembangan mental bayi pada umur 12, 24, dan 36 bulan lebih tinggi. Stimulasi oleh orang tua dapat meningkatkan kadar neurotransmiter BDNF, skala bahasa reseptif, emosi sosial, dan kemampuan anak mengenali tulisan kata," ujar Soedjatmiko.

Caranya dengan mengajak anak bermain untuk menunjukkan dan membacakan 60 kata. Dilanjutkan memberikan pujian dan pelukan saat anak berumur 12 hingga 18 bulan. Idealnya, ini dilakukan dua kali dalam sehari dan lima hari dalam seminggu.

"Tujuannya agar mengembangkan semua potensi-potensi anak. Dilakukan melalui intervensi orang tua dan pemberian nutrisi. Hal ini dapat memicu anak supaya dapat memecahkan masalah dan berkreasi," kata Soedjatmiko.



Reporter: ASH
Editor : Flora L.Y. Barus

 

Annisa Setya Hutami
30-06-2018 16:17