Main Menu

Indonesia kekurangan tenaga ahli dan sarana kesehatan di bidang Gastroenterolog dan Endoskopi

Umaya Khusniah
30-06-2018 20:04

Prof. Dr. dr. Dadang Makmun, Sp.PD-KGEH, FINASIM, FACG (Dok.Humas FKUI/yus4)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatranews.com - Tantangan besar dalam pelayanan kesehatan dan khususnya di bidang gastroenterolog dan endoskopi saluran cerna di Indonesia adalah kurangnya tenaga ahli dan sarana kesehatan yang memadai. Hal ini disampaikan Prof. Dr. dr. Dadang Makmun, Sp.PD-KGEH, FINASIM, FACG dalam pidatonya pada upacara pengukuhannya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI pada Sabtu (30/6) di Gedung IMERI FKUI Salemba Jakarta Pusat.

Menurut Dadang, tindakan endoskopi terapeutik memerlukan ketrampilan khusus. Ketrampilan ini hanya dapat dimiliki dokter dengan kompetensi endoskopi saluran cerna tingkat lanjut.

Selain itu, peralatan yang diperlukan untuk endoskopi terapeutik merupakan alat  khusus yang belum tentu dapat dilakukan semua RS yang memiliki fasilitas endoskopi saluran cerna.

Data yang dipaparkan Dadang menyebutkan, sampai buan Desember 2017, terdapat sekitar 600 dokter di seluruh Indonesia yang memiliki kompetensi endoskopi saluran cerna. Sayangnya kurang dari 15% diantaranya yang memiliki kompetensi endoskopi saluran cerna tingkat lanjut.

Selain itu, data lain menyebutkan pelayanan endoskopi saluran cerna baru tersedia kurang dari 20% RS yang ada di seluruh Indonesia. "Untuk itu diperlukan lebih banyak dokter, yang memiliki kompetensi endoskopi saluran cerna baik tingkat dasar ataupun tingkat lanjut," ujarnya.

Ia berharap keberadaan peralatan endoskopi saluran cerna di RS di Indonesia semakin meningkat sampai setidaknya sampai dengan RS di setiap kabupaten.

Ia memaparkan, sampai saat ini terdapat 12 pusat pelatihan endoskopi saluran cerna tingkat dasar yang tersebar di Indonesia. Sayangnya untuk pusat pelatihan endoskopi saluran cerna tingkat lanjut (Advanced Endoscopy Training Center) hanya ada satu yakni di Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSUPN Cipto Mangunkusumo.

"Terbentuknya AETC ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas para dokter yang kompeten di bidang endoskopi saluran cerna khususnya endoskopi terapeutik," pungkasnya.


Reporter: Umaya Khusniah

Editor: Rosyid

Umaya Khusniah
30-06-2018 20:04