Main Menu

Habibie Ajak Anak Indonesia Tingkatkan Gizinya

Aries Kelana
18-07-2018 20:27

Presiden RI ke 3 BJ Habibie bersama anak-anak (Dok. Habibie Center/yus4)

Jakarta, Gatra.com -- Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 2018, The Habibie Center ingin mengingatkan pentingnya penerapan pola makan sehat sejak kecil. Salah satu caranya adalah dengan mempertemukan sosok inspiratif yang dapat memotivasi anak untuk tumbuh sehat dan menjadi anak yang cerdas. Yaitu Presiden Ke-3 Republik Indonesia Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari The Habibie Center dalam memberi perhatian kepada anak Indonesia agar bisa hidup sehat dan cerdas.

BJ Habibie, mengatakan bahwa kesehatan dan pendidikan anak menjadi pilar penting dalam kualitas hidup anak, kemajuan sumber daya manusia dan bangsa Indonesia. "Saya sangat senang bisa bertemu dengan perwakilan anak-anak Indonesia menjelang HAN 2018 untuk mengajak mereka mengonsumsi makanan sehat sejak kecil,” ujarnya dalam acara di Jakarta, seperti rilisnya yang dikirim ke Gatra.com hari ini (18/7/2018).

Ucapan Habibie juga didukung oleh Dokter Anak Sub Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik Pada Anak, DR. Dr. Damayanti R. Sjarif, SpA. Ia bilang, dalam pemenuhan nutrisi, masa anak-anak merupakan masa krusial yang berlangsung sangat pendek dan tidak dapat diulang lagi. Pola makan sehat dan seimbang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak yang optimal. "Seorang anak yang kurang gizi akan mengalami hambatan perkembangan fisik dan kognitif sehingga berakibat pada rendahnya tingkat produktivitas di masa dewasa,” katanya.

Pada saat ini, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang masih memerlukan perhatian khusus dalam hal kecukupan gizi. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa lebih dari 37,2% atau 8,4 juta anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia mengalami stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis.

Selain itu, berdasarkan Pantauan Status Gizi (PSG) 2017 yang dilakukan Kementerian Kesehatan, anak di bawah usia 5 tahun yang mengalami masalah gizi pada 2017 mencapai 17,8%. Persentase itu sama dengan tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya gizi dan nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak ke depannya

Lingkungan, termasuk nutrisi di awal kehidupan, memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan di masa depan.[2] Untuk mendorong anak mengenal dan menyukai pola makan sehat, dalam diskusi bersama anak yang digelar The Habibie Center bertajuk Habibie dan Anak Indonesia: Tumbuh Sehat dan Cerdas Melalui Pola Makan Sehat Sejak Kecil, Habibie mengisahkan:  “Dari kecil, isi piring saya terdiri berbagai jenis makanan; ada nasi, lauk pauk seperti protein hewani yaitu ikan, ayam, daging; sayur, buah, dan Eyang juga suka minum susu. Disinilah peranan orang tua, khususnya ibu sangat penting dalam mendukung pola makan sehat, agar anak terhindar dari ancaman stunting dan bisa tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.”

Selain pola makan sehat, Bapak B.J. Habibie juga menghimbau agar nak-anak Indonesia sebaiknya rutin mengkonsumsi air yang cukup dan rajin melakukan aktivitas fisik, seperti saat kecil saya suka berenang.


Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
18-07-2018 20:27