Main Menu

Pentingnya Tatap Muka untuk Mengajarkan Anak Menjadi Supel

Annisa Setya Hutami
28-07-2018 20:26

Konferensi Pers SGM Eksplor pada Sabtu (28/7) (ASH)

Jakarta, Gatra.com- Anak usia 2 hingga 3 tahun sangat membutuhkan peran serta orang tua dalam perkembangan kepribadian. Tujuannya mengajarkan anak agar memiliki attitude yang baik dan mampu bergaul dengan sesama. Dengan demikian mereka akan mudah bersosialisasi dalam lingkungannya. Demikian disampaikan Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani.

 

Dia mengatakan untuk membentuk karakter anak menjadi supel, orang tua harus rutin melakukan tatap muka, dan berkomunikasi dengan baik diantara mereka. “Tumbuhkan hubungan timbal balik atau hubungan mesra antara orang tua dan anak. Ini akan menumbuhkan rasa percaya diri anak. Dia juga akan percaya pada orang lain. Setelah itu, dia dapat berkembang baik sopan santun maupun memiliki keterampilan sosial,” katanya pada Sabtu (28/7) saat acara Konferensi Pers SGM Eksplor.

Ia menuturkan kunci kesuksesan pada anak diantarannya memiliki tubuh sehat, prestasi baik, kepribadian baik dan berhubungan baik dengan orang lain. Aspek psikologis tidak kalah penting karena mereka akan sering bertemu dengan orang lain. Perlu ditanamkan rasa optimis dan tidak takut untuk berkomunikasi. Ternyata pengaturan ruangan rumah juga memiliki efek terhadap hal tersebut.

“Pengaturan ruangan itu penting. Ketika kita tidak mengaturnya dengan benar seperti masalah penataan meja dan kursi, anak menjadi mudah terbentur benda tajam. Dengan itu, dia menjadi cemas karena takut akan cedera. Efeknya menjadi tidak percaya pada lingkungan,” ujarnya.

Setelah aspek kepribadian dapat teratasi, para ibu kemudian memperhatikan kondisi pertumbuhan anak. Agar terpenuhi, maka anak perlu diajarkan melatih stimulasi motorik kasar seperti tangan dan kaki.

“Orang tua harus tetap menggali lima aspek tumbuh kembang anak yang saling berkaitan yaitu aspek fisik, kognitif, emosi, Bahasa dan sosial. Hal ini diperlukan karena 5 potensi anak generasi maju tidak tumbuh instan, namun perlu dikembangkan sejak dini,” ucap Anna.


Reporter: Annisa Setya Hutami (ASH)

Annisa Setya Hutami
28-07-2018 20:26