Main Menu

Sambil Proses Halal, Kemenkes Tetap Kampanye Vaksin MR

Birny Birdieni
04-08-2018 10:53

Vaksinasi . (Dok.Kemenkes/RT)

Jakarta, Gatra.com- Sambil jalan mempercepat proses sertifikat halal vaksin MR, Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menegaskan bahwa Kemenkes akan tetap menjalankan kampanye imunisasi MR di luar pulau Jawa dan pemberian vaksin MR pada program imunisasi rutin di Pulau Jawa.


 

“Kami tetap menjalankan kampanye imunisasi MR. Dari sisi kesehatan, tentu kami berkewajiban untuk melindungi anak-anak dan masyarakat dari bahayanya penyakit Campak dan Rubella,” ungkap Menkes dalam rilis yang diterima Gatra.com, Sabtu (8/4).

Data Kemenkes mencatat jumlah kasus suspek Campak dan Rubella dalam lima tahun terakhir, sejak 2014 sampai dengan Juli 2018 mencapai 57.056 kasus. Rinciannya 8.964 positif Campak dan 5.737 positif Rubella.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh menambahkan, aspek kesehatan tidak bisa dipisahkan dengan aspek keagamaan dan begitupun sebaliknya. Ia menambahkan, perspektif keagamaan memberikan pendukungan luar biasa terhadap pelaksanaan kegiatan imunisasi sebagai mekanisme pencegahan wabah penyakit berbahaya.

Itu juga yang membuat MUI secara khusus melakukan pembahasan dan penetapan fatwa Nomor 4 tahun 2016 tentang imunisasi pada awal tahun 2016 lalu. Salah satu isinya adalah imunisasi merupakan salah satu mekanisme pengobatan yang bersifat preventif untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

"Hal itu dibolehkan dengan vaksin yang halal atau suci”, ujar Ni’am. Vaksinasi sebagai sebuah mekanisme pencegahan secara syar’i dibenarkan. Namun produk vaksin yang akan digunakan perlu dinilai dan ditetapkan pula hukumnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Anung Sugihantono menegaskan bahwa Kemenkes tetap melaksanakan kampanye imunisasi MR di daerah dalam kerangka pencegahan penyakit. Kemenkes memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memilih untuk menunggu terbitnya fatwa MUI.

Dengan demikian, pemberian vaksinasi MR akan dilaksanakan pada kesempatan selanjutnya. Hal ini dimungkinkan mengingat periode pelaksanaan kampanye imunisasi MR di 28 Provinsi di luar pulau Jawa selama dua bulan, yakni Agustus hingga September.

“Waktu kita kan cukup panjang dari Agustus sampai September. Kementerian Kesehatan akan tetap memberikan pelayanan, sambil kita percepat prosesnya”, pungkas Anung.


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
04-08-2018 10:53