Main Menu

Permak Bokong Berbahaya dan Mematikan

Rohmat Haryadi
05-08-2018 17:52

Operasi permak bokong (YouTube)

Artikel Terkait

San Diego, Gatra.com -- Setiap wanita mendambakan bokong seksi seperti Jennifer Lopez dengan bentuk bokong yang besar dan kencang. Banyak wanita pingin memiliki bokong bak J.Lo. Salah satu caranya dengan operasi buttocklift atau operasi pengangkatan bokong. Popularitas operasi bokong semakin berkembang setelah kemunculan Pippa Middleton di pernikahan kakaknya Kate Middleton dan Pangeran William. Sejak itu Pippa dinobatkan sebagai wanita dengan bokong terindah.

 

Namun, para ahli bedah plastik top dunia memperingatkan bahwa pengangkatan bokong sangat berbahaya. Di Brasil telah menewaskan 33 orang. Satu dari setiap 3.000 orang yang menjalani operasi permak bokong di Brasil tewas setelah operasi. Demikian Dailymail, 3 Agustus 2018.

Salah satunya Lattia Baumeister, 30 tahun, meninggal di meja operasi di Florida. Dia meninggalkan enam anaknya di Illinois tanpa ibu. Dia adalah salah satu dari sedikitnya 33 orang telah meninggal dalam lima tahun terakhir di Amerika karena permak bokong. Suntik lemak ke pantat menyebabkan emboli mematikan.

Emboli adalah hambatan pada aliran pembuluh darah. Hambatan yang dimaksud di sini bisa berupa gelembung udara atau darah yang menggumpal. Emboli yang muncul pada tubuh manusia dapat mengganggu organ tubuh karena kekurangan oksigen.

Secara tradisional, ahli bedah plastik menganggap perut salah satu prosedur paling berisiko yang mereka lakukan, dengan sekitar empat persen risiko komplikasi besar. Prosedur itu rumit dan invasif, dan pasien berisiko mengalami pembekuan darah yang menjalar ke jantung dan dapat dengan cepat berubah menjadi mematikan.

Ketika ahli bedah plastik menyuntikkan lemak yang ditransfer ke otot-otot pantat, ada risiko tinggi bahwa gumpalan lemak akan masuk ke vena gluteal inferior atau superior dan mengalir ke paru-paru. Untuk prosedur ini, seorang ahli bedah melakukan penyedotan lemak berlebih dari satu bagian tubuh pasien dan memindahkannya ke bokong melalui suntikan.

"Ini benar-benar membutuhkan kemahiran teknis yang relatif sedikit," kata Dr Mark Mofid, seorang ahli bedah plastik yang berbasis di San Diego. Pada tahun 2015, dia melihat sebuah penelitian dari para dokter di Kolombia dan Meksiko, melaporkan tingkat kematian yang tinggi terkait dengan prosedur tersebut.

Ada dua faktor risiko utama yang dapat membuat permak bokong berakhir fatal. Bekuan darah menuju paru-paru. Dan injeksi lemak ke pembuluh darah secara tidak sengaja

Pada tahun 2016, Mofid kebetulan hadir ketika seorang ahli bedah di Texas menyajikan laporan abstrak penelitian di 80 permak bokong seperti itu, ada delapan emboli lemak yang mendaratkan pasien pada unit perawatan intensif. "Ini adalah sesuatu yang tidak didiskusikan ahli bedah plastik di Amerika, dan sekarang saya mendengar tingkat tinggi ini dari seorang ahli bedah tunggal di Texas," kata Dr. Mofid.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
05-08-2018 17:52