Main Menu

Diplomat Kesehatan Indonesia Level Internasional

Flora Librayanti BR K
11-08-2018 13:06

Diplomasi kesehatan (sehatnegeriku.kemkes.go.id/yus4)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Dengan tekad mencetak Diplomat Kesehatan yang bisa bersaing di kancah internasional, Indonesia One Health University Network (INDOHUN) menggandeng USAID dan One Health Workforce (OHW) akan menggelar program pelatihan diplomasi kesehatan secara intensif di Hotel Grand Bidakara Savoy Homann, Bandung, Jawa Barat, 25-29 Agustus mendatang.

 

“Kehadiran diplomat kesehatan menjadi penting sehubungan dengan isu-isu kesehatan yang selalu muncul di ranah politik global. Pemahaman menyeluruh, tak hanya tentang cara berdiplomasi secara politis, namun juga pemahaman yang mendalam tentang kesehatan menjadi sangat penting,” jelas Profesor Wiku Adisasmito selaku pakar kesehatan global yang juga merupakan koordinator INDOHUN.

Pelatihan Diplomasi Kesehatan atau Global Health Diplomacy (GHD) training ini diikuti oleh profesional muda kesehatan dengan pengalaman kerja tidak kurang dari 3 tahun. Peserta terdiri dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, seperti disiplin ilmu kesehatan masyarakat, kedokteran, keperawatan, kedokteran hewan, diplomasi pertahanan, mikrobiologi farmaseutik, hubungan internasional, dan administrasi publik.

Misanya adalah mencetak generasi Indonesia yang unggul serta mampu tampil dalam ruang-ruang diplomasi kesehatan global dengan target mencetak 150 calon diplomat kesehatan handal dalam 3 tahun. Pelatihan diplomasi kesehatan ini terdiri dari 40% teori dan 60% praktik yang seluruh materi pelatihannya disiapkan sedemikian rupa dengan para trainers level nasional dan internasional dari Inggris, Belanda, Amerika, serta dari Afrika.

Dalam penyelenggaraannya, GHD menyediakan beasiswa senilai masing-masing Rp 7.000.000 atau US$800 untuk 30 peserta terpilih. Beasiswa ini meliputi akomodasi, konsumsi, modul, training kit, dan biaya pelatihan. Peserta terpilih ini akan dapat merasakan pengalaman jejaring internasional dan simulasi negosiasi berkelas dunia tanpa dikenakan biaya.

Salah satu materi adalah pendidikan praktis untuk mengasah keterampilan para peserta. Setiap peserta dituntut untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diantaranya praktik diplomasi dan negosiasi, komunikasi dan lobi politik, serta simulasi sidang resmi internasional atau multi-stage negotiation simulation (MSNS).

“Tak hanya melalui MSNS, para peserta juga dibekali dengan pelatihan mengenai strategi berdiplomasi dan juga pelatihan table manner yang sangat penting bagi para calon diplomat kesehatan global,” tambah Wiku yang juga Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (FKM UI).

Digelarnya Pelatihan Diplomasi Kesehatan ini juga sekaligus menjawab instruksi dari Presiden Joko Widodo saat pembukaan Konferensi Internasional dan Table Top Exercise untuk Global Health Security di Istana Negara tahun lalu. Saat itu Presiden Jokowi menegaskan bahwa untuk mencegah ancaman kesehatan global diperlukan kerjasama lintas praktisi kesehatan, lintas sektor, dan lintas negara. Bukan hanya itu, Presiden Jokowi pun menegaskan betapa pentingnya melakukan investasi Sumber Daya Manusia di berbagai bidang, salah satunya adalah investasi SDM Kesehatan.

“Diplomat kesehatan diharapkan dapat melengkapi warna ranah politik global dengan keilmuan mereka dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan, menyelesaikan konfik, dan membangun kerjasama guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat global,” tutup Wiku.


 

Editor : Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
11-08-2018 13:06