Main Menu

Pemberian ASI Pada Anak Dapat Meningkatkan Volume Otak

Annisa Setya Hutami
15-08-2018 18:38

Ilustrasi Bank ASI. (shutterstock_1028391871/RT)

 

- Kementerian Kesehatan akan terus melakukan sosialisasi mengenai Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Pasalnya, salah satu indikator anak itu sehat yaitu pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, hingga akhirnya terdapat peningkatan persentase bayi mendapatkan IMD dari 51,8 persen menjadi 58 persen. ASI sangat penting bagi perkembangan tubuh dan otak.


"Berharap dengan IMD ini dapat menurunkan segala permasalahan gizi. Bahkan jika perlu dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) khusus tentang ini, namun tidak semua daerah menyetujuinya," ujar Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes, Doddy Izwardi di Jakarta, Rabu (15/8).

Ia mengatakan, air susu ibu memiliki beragam manfaat dan bisa menurunkan risiko berbagai penyakit pada bayi. Salah satunya menghindari stunting (gangguan pertumbuhan pada anak karena kurang gizi). Ketua Sentra Laktasi Indonesia, Wiyarni Pambudi sependapat dengan hal tersebut. Menurutnya stunting dikhawatirkan akan berefek pada munculnya defisit kognitif.

"Ibu mengalami stunting berisiko menurun pada anak. Tidak hanya terhambat pertumbuhan tubuh namun juga otak. Volume otak tidak dapat dikejar. Dan ASI berperan dalam meningkatkan volume," katanya.
ASI mengandung oligosakarida atau HMO (human milk oligosaccharides). Selain itu, memiliki fungsi sebagai sumber nutrisi otak. Hal ini didukung pula melalui pemberian MP ASI yang baik.

Meskipun kesadaran menyusui telah meningkat, Wiyarni menyayangkan belum adanya bank ASI sehingga kurang bisa mengakomodir kebutuhan. Ia mengimbau agar para ibu mampu mendukung keberhasilan menyusui melalui ekspektasi, persepsi, komitmen dan dukungan.


Reporter: ASH
Editor: Arief Prasetyo

Annisa Setya Hutami
15-08-2018 18:38