Main Menu

Indonesia Gandeng Maroko dan Tunisia, Percepat Kemandirian Produksi Vaksin

Annisa Setya Hutami
27-08-2018 20:24

Bambang Brodjonegoro (GATRA/Erry Sudiyanto/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - Indonesia dipercaya memberikan pengetahuan mengenai produksi vaksin kepada Maroko dan Tunisia. Dalam program "Strengthening Indonesia-Marocco-Tunisia Development Cooperation Through Reverse Linkage (RL) Program", Bio Farma bersinergi dengan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan), Kementerian Kesehatan dan Islamic Development Bank ( IDB). Kegiatan berlangsung selama 4 hari dari 27 Agustus hingga 30 Agustus 2018 di Jakarta dan Bandung.

"Kegiatan berbagi pengetahuan tersebut adalah upaya kami mendorong pelaksanaan kebijakan nasional. Mendukung upaya kerjasama ekonomi melalui transfer pengetahuan, keahlian dan teknologi yang relevan. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya konkret untuk mendukung dan menindaklanjuti pelaksanaan Indonesia-Africa Forum (IAF)," ucap Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro di kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari ini ( 27/8).

Direktur Utama Bio Farma, Rahman Roestan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, ini sebagai langkah internasional untuk mengembangkan vaksin. Maroko dan Tunisia juga merupakan anggota dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI), sehingga diharapkan dapat memiliki pengaruh positif bagi negara anggota OKI. Selain itu, researcher semakin banyak dan mempercepat jangka waktu produksi vaksin.

"Waktu produksi vaksi tadinya sampai 15 hingga 20 tahun. Dengan ini diupayakan dapat dipersingkat. Targetnya 5 tahun. Tapi nanti melihat progres ke depan," katanya.

Saat ini Bio Farma sebagai produsen vaksin yang kompetisi dan keahliannya telah diakui oleh OKI dan WHO. Bahkan pada Desember 2017, konferensi Menteri Kesehatan ke-6 OKI di Jeddah telah mengesahkan status Indonesia sebagai Pusat Keunggulan pada produk vaksin dan bio-teknologi.


Reporter: Annisa Setya Hutami

Editor: Aries Kelana

 

Annisa Setya Hutami
27-08-2018 20:24