Main Menu

Waspadalah, Alat Pencuci Darah Rawan Tercemar Virus HIV

Aries Kelana
04-09-2018 07:54

Ilustrasi (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com -- Hati-hati melakukan cuci darah, Ini karena peralatan itu rentan terjadi penularan HIV/AIDS (human immunodeficiency virus/acquire immune deficiency syndrome). Sebab, menurut Aditya Wardhana, Direktur Eksekutif Koalisi AIDS Indonesia (IAC), pasien yang akan menjalani cuci darah tidak selalu menjalani skrining HIV/AIDS setiap akan cuci darah. Itu diutarakannya pada kunjungan ke kantor Gatra.com, Senin (3/9).

 

Ia mengaku pernah menemukan beberapa pasien yang mengaku tercemar HIV lewat peralatan tersebut. "Jumlahnya cukup banyak," ujarnya.

Kemungkinan tersebut bisa terjadi lantaran skrining HIV/AIDS hanya dilakukan pada pasien yang akan menjalani sesi cuci darah. Misalnya, pasien diminta dokter menjalani cuci darah seminggu sekali selama 1 tahun. Nah, sebelum dicuci darah sebanyak itu, mereka harus menjalani pemeriksaan darah.

Namun setelah itu atau pada masa cuci darah selama 48 minggu ini, pasien tidak diperiksa lagi. "Padahal kita tidak tahu perilaku mereka selama masa cuci darah itu," ujarnya. "Bisa saja mereka melakukan hubungan seksual berisiko atau suntik narkoba yang menggunakan jarum tidak steril," imbuhnya.

Seharusnya, lanjut Aditya, setiap kali akan cuci darah, pasien harus diskrining terlebih dahulu. Tapi masalahnya, biaya skrining lumayan bila dilakukan pada setiap kali cuci darah. Kecuali itu, tidak semua klinik atau rumah sakit penyedia fasilitas hemodialisa, memiliki peralatan skrining. "Sebagian dari klinik itu, mengirimkan darah ke laboratorium yang memiliki fasilitas pemeriksaan HIV/AIDS.


Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
04-09-2018 07:54