Main Menu

Dinkes NTB Temukan 44 Kasus Malaria di Lombok Barat

Birny Birdieni
04-09-2018 18:16

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Artikel Terkait

Lombok Barat, Gatra.com- Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Marjito mengatakan telah ditemukan 44 orang positif malaria di Lombok Barat.

 

Penemuan ini berdasarkan hasil kegiatan kontak survey/ mass blood survey (MBS) untuk mencari kemungkinan penularan akan dua suspect penderita malaria yang sebelumnya sudah dinyatakan positif terkena malaria.

ke-44 orang positif malaria itu sudah diobati dengan artemisinin combination treatment (DHP dan Primakuin). "MBS dilakukan terhadap 936 orang, dan yang positif sebanyak 44 orang,” kata Marjito dalam rilis yang diterima Gatra.com, Selasa (4/9).

Adapun dua orang yang terjangkit malaria tersebut merupakan warga Dusun Batu Kemaliq, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat yang telah terjangkit malaria.

Mereka telah ditangani petugas kesehatan dan dinyatakan sembuh. Keduanya dirawat di Puskesmas Gunung Sari sejak Minggu (26/8) hingga Selasa (28/8).

Awalnya, kedua orang itu dicurigai terkena penyakit campak, tapi setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya positif malaria. “Tapi ternyata malaria, dan sekarang sudah sembuh dan pulang,” kata Marjito

Kabupaten Lombok Barat merupakan wilayah endemis malaria. Namun, tambah Marjito, Annual Parasite Incidence-nya di bawah 20 orang per 1000 penduduk.

Dilaporkan juga terdapat perindukan anopheles di dekat lokasi pengungsian. Kemudian dilakukan pengendalian lingkungan, pengendalian vektor, dan pelatihan singkat tenaga sukarela oleh petugas dari Dinkes Kabupaten Lombok Barat.

Di Kabupaten Lombok Utara, ada laporan sebanyak 19 kasus malaria. Kemudian telah dilakukan pengendalian vektor oleh tim Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Surabaya.

Selama ini Kemenkes telah mendistribusikan kelambu massal ke daerah endemis tinggi. Kelambu juga telah didistribusikan ke daerah, termasuk NTB sebelum bencana gempa terjadi.

Sebelumnya, pada Jumat (10/8), Kemenkes telah mengirimkan 300 lembar kelambu ke daerah terdampak terberat akibat gempa di Lombok, yakni Kabupaten Lombok Utara.

Pemerintah provinsi NTB telah didistribusikan 100 lembar kelambu ke Kabupaten Lombok Utara dan 100 lembar ke Kabupaten Lombok Timur.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
04-09-2018 18:16