Main Menu

Hardinsyah: Kesadaran akan Pentingnya Sarapan Semakin Meningkat

Aries Kelana
05-09-2018 16:21

Hardinsyah (Dok. Gatra/Ark/yus4)

Jakarta, Gatra.com -- Sarapan merupakan kebiasaan yang harus ditumbuhkan sejak kecil dan terus dilakukan hingga dewasa. Rupanya itu sudah menjadi kebiasaan sampai sekarang. Itu diakui Prof Dr. Ir Hardinsyah, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor.

 

Ia mengatakan hal itu kepada wartawan pada peluncuran bubur sereal baru Nestum dari PT Nestle Indonesia yang berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (5/9).

“Dibandingkan 5 tahun lalu, masyarakat terutama siswa sekolah, remaja dan wanita dewasa sudah semakin paham pentingnya sarapan, dan semakin banyak yang menjadi sarapan sebagai bagian kegiatan di pagi hari,” katanya.

Namun, masih disayangkan menu yang dikonsumsi. Hardinsyah melihat pada umumnya menu sarapan masih belum memenuhi kebutuhan gizi yang lengkap dan seimbang.

“Mereka masih menganggap sarapan hanya sekedar mencegah rasa lapar, ketimbang membeli tubuh dengan sumber gizi yang bisa memberikan energi dan rasa kenyang lebih lama agar tubuh lebih siap beraktivitas,” lanjutnya.

Ini terlihat dari survei diet total yang dikerjakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan. Dari survei yang dilakukan pada lebih dari 25.000 anak usia 6-12 tahun di 34 provinsi, menunjukkan bahwa separo anak (47,7%) belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan.

Bahkan, 66,8% anak mengonsumsi sarapan dengan mutu gizi rendah seperti kandungan vitamin dan mineralnya rendah.

Masalah lainnya adalah waktu sarapan. Masih banyak ditemukan orang yang sarapan itu pada jam 10.00 pagi. “Padahal yang benar adalah 1-2 jam setelah bangun pagi,” ucapnya.


Aries Kelana

 

Aries Kelana
05-09-2018 16:21