Main Menu

Harga, Solusi Meluasnya Pecandu Rokok

Annisa Setya Hutami
06-09-2018 20:39

Ilustrasi (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Wanita dan anak yang kecanduan rokok di Indonesia semakin meningkat. Khusus bagi perokok anak dan remaja, pertambahannya berlipat. Dalam beberapa data, satu dari lima anak dan remaja Indonesia dikategorikan sebagai perokok, ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan proporsi perokok muda terbesar di kawasan Asia Pasifik.

 

Nurul Luntungan pegiat anti tembakau dari Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) menyatakan, dua dari tiga pria dewasa (usia 15 tahun ke atas) di Indonesia adalah perokok, hal ini menunjukan prevalensi perokok pria dewasa Indonesia tertinggi di dunia.

"Rokok menjadi trend bagi masyarakat. Upaya menaikan cukai rokok belum memiliki dampak. Malah BPJS banyak membiayai penyakit akibat rokok seperti jantung dan kanker paru-paru sebesar 25%," katanya alam diskusi Ruang Temu #edisi2 dengan tema “Rokok Murah : Si (Apa) yang Berpengaruh dan Terpengaruh? Di TierSpace, Jakarta (06/09).

Nurul menyatakan, memang dengan adanya kenaikan harga rokok, dari segi perokok secara umum terjadi penurunan, meskipun pada perempuan dan anak-anak mengalami peningkatan. Kedua kelompok tersebut rentan terpengaruh. Karenanya, ia menyarankan agar cukai rokok perlu dinaikkan lagi harganya.

Brand Specialist dan pakar komunikasi pemasaran, Yasha Chatab melihat dari sisi berbeda. Memasyarakatnya rokok, karena terdapat kompetisi dalam industri rokok. Mereka selalu menyasar iklan dan branding. 

Perusahaan rokok pun berlomba mengemas iklan rokok dengan berbagai cara dan banyak jalur, sehingga sampai ke obyek yang seharusnya tidak boleh terpapar informasi soal rokok.

"Efeknya sudah kemana-mana. Persaingan membuat mereka berusaha mendapatkan pasar luas. Meskipun iklan hanya ditampilkan pada malam hari, namun itu tidak menjadi jaminan. Dari sisi komunikasi seharusnya diatur lebih ketat," katanya.

Pendiri Sana Studio, Laila Munaf bercerita ia sering melihat banyak perokok di kedai kopi. Asapnya sampai terhirup ke orang di sekitarnya. "Saya berharap agar mereka sadar akan hidup sehat. Perempuan yang merokok belum menghargai diri sendiri," katanya. 


Reporter: Annisa Setya Hutami
Editor: Mukhlison

Annisa Setya Hutami
06-09-2018 20:39