Main Menu

Sesudah Stroke, Terbitlah Demensia

Bernadetta Febriana
07-09-2018 16:27

Pasien demensia (REUTERS/Edgard Garrido/yus4)

Exeter, Gatra.com - Demensia memang bisa menyerang siapa saja. Hanya saja, mereka yang telah mengalami serangan stroke punya kemungkinan dua kali lipat akan terkena demensia.

Penyakit stroke sudah lama dikaitkan dengan kemungkinan makin tingginya resiko terkena demensia, terutama bagi mereka yang sudah usia senja. Hanya saja, angka pasti berapa kemungkinan tersebut belum pernah diperoleh dari studi-studi sebelumnya. Untuk studi yang terbaru ini, para peneliti mengumpulkan data dari 48 penelitian sebelumnya dengan total jumalh partisipan 3,2 juta seluruh dunia.

Akhirnya ditemukan bahwa mereka yang baru saja terkena stroke akan 2,2 kali punya kemungkinan untuk terkena demensia dibanding dengan mereka yang sama sekali tidak kena stroke. Selain itu, mereka yang punya sejarah terkena penyakit stroke punya kemungkinan 69% lebih tinggi untuk terkena demensia.


"Penemuan ini lebih menitikberatkan pada pentingnya perlindungan suplai darah menuju otak untuk melawan demensia," kata Dr David Llewellyn, peneliti senior di University of Exeter Medical School di Inggris, seperti diberitakan oleh Reuters.

Dengan memfokuskan diri pada faktor gaya hidup yang tentunya lebih bisa dikontrol, lanjut David, maka masyarakat bisa mengurangi resiko datangnya demensia sebagai akibat dari penyakit stroke."Berhenti merokok, melakukan diet Mediterania, aktif secara fisik dan mental serta menghindari minuman beralkohol, bisa membantu mengurangi faktor itu," ujar David.

Lebih baik lagi, tentunya apabila mencengah penyakit stroke itu datang. Selain dengan melakukan gaya hidup di atas, tentunya harus rajin mengontrol gula darah apabila Anda adalah penderita diabetes, rajin cek tensi darah dan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar kolesterol dan mengurangi berat badan bila telah terlanjur obesitas.

Demensia adalah sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, melakukan pertimbangan, dan memahami bahasa, serta menurunnya kecerdasan mental.


Bernadetta Febriana

 

Bernadetta Febriana
07-09-2018 16:27