Main Menu

Indonesia Harus Menelaah Keputusan Parlemen Inggris Soal Rokok Elektrik

Aries Kelana
07-09-2018 16:11

Rokok elektronik (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Jakarta, Gatra.com -- Komite Sains dan Teknologi Parlemen Inggris meminta pemerintah Inggris tidak melarang pengguna rokok elektrik mengisap rokok di tempat umum. Keputusan itu ditanggapi Pengamat Hukum Universtas Sahid, Jakarta Selatan, Ariyo Bimmo, SH, LLM. Ia mengatakan bahwa keputusan tersebut harus ditelaah oleh pembuat kebijakan, termasuk pemerintah Indonesia.

 


Menurutnya, bukan langkah yang mudah bagi komite di parlemen untuk menerbitkan laporan dan menyampaikan rekomendasi. “Diperlukan proses menyeluruh termasuk studi serta uji materi,” katanya dalam rilisnya yang diterima Gatra.com (7/9). Terlebih jika terkait isu yang masih menjadi perdebatan publik seperti produk tembakau alternatif.

“Proses peninjauan secara menyeluruh dari berbagai sisi mutlak dilakukan dalam penyusunan laporan dan rekomendasi oleh suatu komite di parlemen,” imbuhnya.

Ariyo mengatakan bahwa Komite Sains dan Teknologi Parlemen Inggris telah memberikan contoh bagaimana bukti ilmiah dapat mendorong pemerintah untuk merumuskan suatu kebijakan yang proporsional bagi produk tembakau alternatif.

“Dengan demikian, produk ini memiliki kepastian hukum dan keadilan yang berdasarkan tinjauan dari berbagai bukti ilmiah,” jelas Ariyo.

Lebih lanjut Ariyo menekankan, proses peninjauan secara menyeluruh dari berbagai sisi, mutlak dilakukan dalam penyusunan laporan dan rekomendasi oleh suatu komite di parlemen.
“Komite Sains dan Teknologi Parlemen Inggris telah memberikan contoh bagaimana bukti ilmiah dapat mendorong pemerintah untuk merumuskan suatu kebijakan yang proporsional bagi produk tembakau alternatif,” sambungnya.

Dengan demikian, produk ini memiliki kepastian hukum dan keadilan yang berdasarkan tinjauan dari berbagai bukti ilmiah.

Sebelumnya, Komite Sains dan Teknologi tersebut meminta agar mereka diperbolehkan mengonsumsi vape di tempat-tempat, seperti kantor, bus dan kereta api.

Ketua komite Norman Lamb MP, mengatakan, rokok elektrik kurang berbahaya dibandingkan rokok konvensional. Tetapi kebijakan dan peraturan saat ini tidak cukup mencerminkan hal ini,” ujarnya seperti dikutip situs telegraph.co.uk (17/8).

“Mereka harus berhenti melihat rokok konvensional dan rokok elektrik sebagai sesuatu yang sama,” katanya.

Keputusan komite tadi berdasarkan laporan bertajuk "Rokok Elektrik" yang disusun selama 5 bulan. Komiter sebut melakukan peninjauan terhadap lebih dari 100 bukti ilmiah baik tertulis maupun lisan dari 25 ahli kesehatan dan pakar industri. Laporan ini menyimpulkan bahwa rokok elektrik berpotensi memiliki risiko kesehatan sekitar 95% lebih rendah daripada rokok.


Aries Kelana

 

Aries Kelana
07-09-2018 16:11