Main Menu

Ini Terapi Baru Atasi Disfungsi Seksual Pada Wanita, Mau Tahu?

Aries Kelana
07-09-2018 20:23

Ilustrasi (Shuterstock/FT02)

Ann Arbor, Gatra.com -- Disfungsi seksual wanita kerap menjadi misteri. Di samping banyak wanita yang tertutup dalam soal ini, terapinya juga relatif susah. Ini karena sulit mengetahui seseorang wanita mengalami kepuasaan secara seksual. Selain itu sampai kini belum ditemukan obat disfungsi seksual. Sildenafil yang digunakan untuk disfungsi ereksi pada pria, tak semuanya efektif untuk wanita.

 

Tapi jangan kawatir. Para peneliti dari University of Michigan di Ann Arbor, Amerika Serikat telah menemukan sebuah terapi yang, secara mengejutkan, tampaknya meningkatkan fungsi seksual wanita.

Seperti dilansir situs medicalnewstoday.com (7/9), para ilmuwan tadi menggunakan terapi neuromodulasi. Terapi ini melibatkan rangsangan listrik ringan dan ditargetkan, tapi selama ini hanya untuk gangguan kandung kemih.

Setelah dicoba-coba ternyata metode tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan disfungsi seksual wanita.

"Dalam perawatan khusus ini, seorang pasien menerima terapi stimulasi saraf seminggu sekali untuk memperbaiki sinyal dan fungsi saraf pada otot yang mengontrol kandung kemih," kata, ketua tim peneliti Tim Bruns.

"Saraf yang mengontrol organ panggul mulai di lokasi yang sama di sumsum tulang belakang dan bercabang," tambahnya.

Bruns dan koleganya menemukan bahwa merangsang satu titik tertentu - area yang dekat dengan saraf tibialis yang ditemukan di pergelangan kaki - membantu mengobati disfungsi kandung kemih.

Secara kebetulan atau tidak, Bruns melihat menempatkan elektroda di pergelangan kaki membantu merangsang daerah panggul, di mana organ sensitif wanita berada.

Namun, tim percaya bahwa saraf yang menyebar ke makanan dapat berinteraksi, di wilayah sumsum tulang belakang, dengan saraf yang mencapai daerah panggul.

Para periset bilang, mungkin rute sinaptik sel saraf di pergelangan kaki tumpang tindih, dan stimulasi listrik mengenai organ panggul.

Tentu saja ini mengejutkan Bruns. Sebab, hanya sedikit atau bahkan tidak ada studi mengenai terapi semacam ini dapat membantu meningkatkan fungsi seksual pada wanita. Maka Bruns memutuskan meneruskan studinya pada hewan dan manusia.

Pernyataan itu diungkapkan Brunssetelah  menguji keefektifan terapi tersebut pada tikus betina. Peneliti menstimulasi saraf di daerah genital dan pergelangan kaki hewan pengerat. Setelah sekitar 15-30 menit, mereka melihat bahwa tikus mengalami peningkatan yang signifikan dalam aliran darah vagina, menunjukkan peningkatan sensitivitas.

Studi tersebut lantas dilanjutkan pada relawan wanita dengan kandung kemih yang sehat tetapi yang mencoba untuk mengatasi disfungsi seksual.

Para 9 relawan menerima 12 sesi terapi stimulasi saraf listrik transkutan, yang berlangsung selama 30 menit. Selama sesi tersebut, para peneliti menempatkan elektroda di sekitar area genital wanita atau di pergelangan kaki mereka.

Setelah sesi ini, 8 dari 9 peserta melaporkan lebih banyak gairah, pelumasan vagina yang lebih baik, atau mampu mencapai orgasme lagi.

Para ilmuwan telah mempublikasikan temuan ini dalam jurnal Neuromodulation dan mencatat bahwa hasil mereka melebihi harapan.

"Di berbagai studi klinis, jika Anda mendapatkan 50 persen peningkatan gejala, Anda dapat mempertimbangkan bahwa respons yang sukses," kata Bruns, menambahkan, "Kami memiliki empat peserta yang memenuhi atau melampaui ambang itu."

Seorang peserta - seorang wanita berusia 53 tahun – bahkan mengklaim terapi ini efektif terhadap kesulitan yang ia alami dalam mencapai orgasme. Wanita itu menggambarkan stimulasi sebagai "sensasi getaran tekanan yang aneh."


Aries Kelana

 

Aries Kelana
07-09-2018 20:23