Main Menu

Lima Puskesmas Ditunjuk Sebagai Pusat Pelayanan Vaksin Rabies

Aries Kelana
08-09-2018 11:15

lustrasi (bali.litbang.pertanian.go.id/yus4)

Maumere, Gatra.com -- Pemerintah Kabupaten Sikka, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjuk lima Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai pusat pelayanan vaksin. Kelima puskesmas itu adalah Puskesmas Beru, mencakup pelayanan seluruh Kota Maumere. Berikutnya Puskesmas Watubain melayani korban dari wilayah timur, lalu Boganatar, Talibura, Tanarawa dan Waiblama.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sikka, Drg. Harlin Hutauruk, mengatakanbahwa para petugas di kelima Puskesmas itu terus siaga untuk melayani kasus-kasus gigitan hewan penular Rabies ( HPR ) terutama anjing. “ Hari ini kami mendapatkan lagi “Hari ini kita dapat lagi 1.000 dosis VAR dari Dinas Kesehatan Propinsi NTT. Ini sangat membantu kami ,” kata Drg Harlin Hutauruk di Maumere, Jumat ( 7/9).

Ia menyebutkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Anggaran Pendapatan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Sikka tidak dialokasikan dana untuk vaksin anti rabies (VAR). Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sikka hanya menyetujui dana untuk vaksin ternak babi yaitu hock kolera.

“ Khusus untuk anjing kami dapat bantuan dari Pusat namun sudah menipis. Syukur dari Dinas Kesehatan Provinsi telah membantu ,” kata Harlin kepada Gatra.com.

Selama ini pihaknya mendapat bantuan dari Pemerintah provinsi NTT, dan pemerintah pusat yang dalam hal ini Kementerian Pertanian. Namun demikian, pihaknya optimis secara bertahap dapat mengatasi, meminimalisir kasus rabies di Sikka ini. “ Kasus Rabies di Sikka ini mendekati KLB (Kejadian Luar Biasa). Namun kami akan menggerakkan semua kekuatan dari lintas terpadu untuk bisa meminimalisir kasus ini ,” imbuh Harlin.

Ia mengatakan semua kasus rabies di Sikka telah dipaparkan secara detail kepada Direktur Kesehatan Hewan Direktur Jendral Kesehatan Hewan, Kementan, Dr. Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Kepala Balai Besar Veteriner Nusa Tenggara, Dr.Mosa Tenaya, Kasubdit Zoonosis Kementarian Kesehatan RI, drh. Endang Burni, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan NTT, Yos Dandut, Sekretaris Penanggulangan Rabies Flores Lembata, dr.Asep Purnama,S.Pd di Maumere ( 6/9) lalu.

“ Semua data data secara detail sudah saya paparkan. Dan kami sepakat untuk bahu-membahu memberantas dan meminimaliisir," ujar Harlin Hutauruk.


Reporter: Antonius Un Taolin 

Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
08-09-2018 11:15