Main Menu

Rumah Singgah Kanker, Tempat Tinggal Sementara Untuk Pasien Daerah

Annisa Setya Hutami
08-09-2018 20:31

Rumah Singgah Sasana Marsudi Husada (SMH) Yayasan Kanker Indonesia (Dok. YKI/FT02)

 

Jakarta, Gatra.com - Pengobatan kanker membutuhkan waktu lama, sementara masih banyak daerah yang belum memiliki akses medis lengkap. Akhirnya pasien memilih pengobatan di Jakarta dan menghadapi kendala ketiadaan tempat tinggal.

 

Kini pasien kanker tidak perlu khawatir lagi, karena Rumah Singgah Sasana Marsudi (SMH) telah direnovasi sehingga dapat menerima pengunjung lebih banyak. Terdapat 10 kamar standar dan 4 kamar VIP di lantai pertama.

Setiap kamar bisa diisi oleh dua orang. Selain itu, ada pula 4 kamar paliatif serta aula di lantai kedua untuk pendidikan dan pelatihan. Pada lantai ketiga pun terdapat aula pertemuan.

Peresmian rumah SMH dilakukan oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) pada Sabtu (8/9). Penanggung Jawab SMH YKI, Rebecca Angka mengatakan pembangunan gedung seluas 4.038 m2 ini telah menghabiskan dana sebesar Rp10 miliar. Seluruh dana berasal dari donatur.

“Banyak sekali penyumbang dana dan membuktikan mereka peduli terhadap pasien kanker. Tindakan medis seperti penyinaran bisa dilakukan sebanyak 20 kali dari 4 minggu. Mereka akan berada di Jakarta sampai 6 bulan. Oleh karena itu, mereka dapat menginap di rumah singgah ini. Kapasitas maksimal 28 pasien,” katanya saat konferensi pers pembukaan kembali Sasana Marsudi, Sabtu (8/9).

Ia menuturkan, biaya kamar standar per harinya sebesar Rp50.000/orang. Itu sudah termasuk makan, snack dan transportasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pulang pergi dengan didampingi perawat. Meskipun begitu, Rebecca juga tidak memaksakan bila pasien tidak sanggup membayar penuh.

“90 persen enggak bisa membayar full, jadi bayar semampunya. Karena kita ada kamar VIP juga, yang biayanya lebih tinggi jadi dapat menutupi dana yang kamar standar. Mereka saling tolong menolong. Apalagi ada sumbangan bulanan dalam bentuk uang atau bahan baku pangan dari donator,” ujarnya.

Beberapa diantara donatur tersebut yaitu Miming Kartawinata, Indomaret, Matahari Store, PT. Freeport, PT. Arkonin, BPJS Ketenagakerjaan dan lainnya. Ditambah lagi dengan penyumbang lain yang memberikan fasilitas seperti peralatan dapur, lemari dan fasilitas lainnya.

“Sebelum direnovasi, pasien kami pindahkan ke klinik utama sebagai rumah singgah sementara. Peletakan batu pertama pada 25 Februari 2017. Dalam waktu 1 tahun 5 bulan akhirnya terealisasi. Kami mengucapkan terima kasih banyak dan berharap pemeliharaan tetap terjaga. Supaya lebih bermanfaat dan menanggulangi masalah kanker di Indonesia,” kata Ketua Tim Pembangunan Gedung, Abdul Muthalib.


Reporter: Annisa Setya Hutami
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Annisa Setya Hutami
08-09-2018 20:31