Main Menu

Ini Senyawa Dalam Suplemen Yang Dilarang Dikonsumsi Olahragawan

Aries Kelana
11-09-2018 14:01

Ilustrasi - Suplemen Makanan (GATRA/FT02)

Ann Arbor, Gatra.com -- Banyak atlet belum mengetahui kandungan setiap suplemen. Sebagian dari mereka menganggap semua suplemen menyehatkan dan baik untuk menjaga kesehatan dan staminanya. Padahal tak semuanya begitu. Badan Anti Doping Dunia (WADA) menyebut beberapa suplemen yang dilarang dikonsumsi para atlet.

 

Suplemen yang dilarang oleh WADA antara lain yang mengandung higenamine, sejenis beta-2 agonis yang justru memiliki efek beracun pada jantung.

Para peneliti – yang dipimpin John Travis, ilmuwan senior di NSF International di Ann Arbor, Michigan, Amerika Serikat, telah mengungkapkan, higenamine bahan suplemen yang banyak diproduksi dan digunakan para olahragawan.

Menurut mereka, banyak perusahaan yang memproduksi suplemen tersebut tidak dengan benar dalam pemberian dosisnya.

"Kami mendesak atlet kompetitif dan amatir serta konsumen umum, untuk berpikir dua kali sebelum mengonsumsi produk yang mengandung higenamine," kata Travis dalam situs medicalnewstoday.com, Selasa (11/9).

"Di luar risiko doping untuk atlet," tambahnya, "beberapa produk ini mengandung dosis stimulan yang sangat tinggi dengan keamanan yang tidak diketahui dan potensi risiko kardiovaskular ketika dikonsumsi."

Kesimpulan hasil riset itu didapat setelah Travis dan koleganya menganalisis 24 merk suplemen yang diklaim dapat menurunkan berat badan atau peningkat stamina yang terdaftar mengandung higenamine.

Ke-24 produk yang diuji dalam penelitian ini adalah: Pompa Adrenal, Apidren, Beta-Stim, Burn-HC, Defcon1 Second Strike, Diablo, DyNO, Pompa Gnar, Higenamine, Definisi Tinggi, HyperMax, iBurn2, Liporidex Max, Liporidex PLUS, LipoRUSH DS2 , TIDAK Vate, OxyShred, Prostun-Advanced Thermogenic, Pyroxamine, Razor8, Ritual, Stim Shot, ThermoVate, dan Uplift.

Setelah dianalisis, mereka melihat beberapa merk menampilkan dosis yang sangat bervariasi dan tidak dapat diandalkan untuk penggunaan pada atlet.

Yang mengkhawatirkan, dari semua suplemen yang dilihat para peneliti, hanya lima produk yang menyebutkan kuantitas yang tepat dari higenamine. Namun, ketika suplemen diuji, Travis dan rekan-rekannya menemukan bahwa jumlah yang tercantum tidak benar.

Jumlah kandungan higenamine yang dibenarkan di berbagai produk sebenarnya hingga 62 miligram per porsi. Namun, dari komposisi yang terdapat label, kandungan higenaminenya bisa mencapai 110 miligram. Ini dapat membahayakan kesehatan mereka dengan cara yang tidak dapat diprediksi.

"Beberapa tanaman, seperti ephedra, mengandung stimulan. Jika Anda mengambil terlalu banyak stimulan yang ditemukan di ephedra, itu dapat memiliki konsekuensi yang mengancam jiwa," jelas rekan Travis, Pieter Cohen.

"Higenamine adalah stimulan yang ditemukan pada tumbuhan. Ketika mengonsumsi higenamine, kita belum tahu pasti apa pengaruh dosis tinggi dalam tubuh manusia. Padahal dari berbagai serangkaian studi awal menunjukkan bahwa higenamine memiliki efek berat pada jantung dan organ lainnya," ujar Cohen.


Aries Kelana

 

Aries Kelana
11-09-2018 14:01