Main Menu

Alami Stres, Satu Dari Lima Mahasiswa di AS Ingin Bunuh Diri

Bernadetta Febriana
11-09-2018 15:17

Ilustrasi - Bunuh diri (Shutterstock/FT02)

Boston, Gatra.com - Keinginan untuk bunuh diri karena depresi masih menghantui banyak warga Amerika Serikat. Bahkan para mahasiswa perguruan tinggi disebutkan mengalami stres berat yang menyebabkan mereka punya pikiran untuk melakukan bunuh diri. Sebanyak 20% atau seperlima mengalami stres hebat hingga ingin bunuh diri.

 

Hal ini terungkap pada sebuah penelitian yang melibatkan 67 ribu mahasiswa/siswi, dan dinyatakan bahwa sebanyak 20% diantaranya pernah mengalami masa-masa yang membuat mereka sangat tertekan. Kondisi stres ini mengakibatkan kesehatan mental terganggu sehingga mereka melukai diri mereka sendiri bahkan mereka sampai berpikiran dan mencoba untuk melakukan bunuh diri, demikian dirilis oleh CBS News.

Yang mengejutkan dari temuan ini adalah adanya jumlah mahasiswa yang mengalami stres akibat trauma ataupun karena masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh mereka, sangat tidak proporsional. "Jumlahnya sangat besar. Ada beberapa tekanan yang sama sekali tidak dapat mereka atasi, karena melebihi kapasitas mereka," ujar Cindy Liu, yang mengepalai penelitian ini, dari Brigham and Women's Hospital di Boston, Amerika Serikat.

Peristiwa yang menyebabkan para mahasiswa ini sangat stres dan merasa tidak berdaya untuk mengatasinya, antara lain adalah tekanan pelajaran di kampus, memikirkan pekerjaan, kematian anggota keluarga atau teman, masalah keluarga, hubungan personal, masalah keuangan, masalah kesehatan yang diderita anggota keluarga atau pasangan mereka, kesulitan tidur, masalah kesehatan pribadi hingga permasalahan yang nampaknya sepele: penampilan.

Liu dan timnya menemukan bahwa 3 dari 4 mahasiwa pernah mengalami setidaknya satu peristiwa yang membuat mereka tertekan pada tahun lalu. Sementara itu, lebih dari 20% mengalami 6 atau lebih peristiwa.

Diantara para mahasiswa ini, lebih lanjut dikatakan bahwa 1 dari 4 mahasiswa didiagnosa atau telah dikategorikan memiliki problem kesehatan mental. Lebih jauh lagi, 20% dari semua mahasiswa yang disurvey tersebut pernah berpikiran untuk melakukan bunuh diri, 9% pernah mencobanya dan hampir 20% pernah melukai diri sendiri.

Masalah ini nampak lebih akut pada mahasiswa transgender, dengan 2 dari 3 diantaranya mengatakan pernah melukai diri sendiri dan 1 dari 3 mahasiswa mengatakan pernah melakukan percobaan bunuh diri.

Sementara bagi para mahasiswa yang tergolong biseksual, lebih dari separonya pernah berpikiran bunuh diri dengan lebih dari seperempatnya telah melakukan percobaan bunuh diri.

Liu mengatakan bahwa angka rata-rata mahasiswa yang menderita depresi ini lebih tinggi daripada penelitian terakhir sebelumnya yakni tahun 2009. Masalahnya lagi, kebanyakan dari mereka yang mengalami depresi ini enggan untuk mencari pertolongan.

Ia meyakini bahwa kampus seharusnya menolong para mahasiswa ini dengan menyediakan semacam konseling bagi mereka, apalagi terbukti banyak dari mereka yang berpikiran dan telah mencoba untuk bunuh diri. "Orang tua juga harus mulai peduli dan sadar, bahwa anak mereka mungkin sedang mengalami masalah yang membuat mereka tertekan," katanya.


Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
11-09-2018 15:17