Main Menu

Nyawa Warga Amerika Berhasil Diselamatkan Lewat Pencetakan Organ

Aries Kelana
12-09-2018 07:04

Ilustrasi pencetak organ. (shutterstock_1079639276/RT)

Boston, Gatra.com -- Seorang warga Amerika Serikat bertahan hidup setelah menjalani operasi kandung kemih yang berasal dari sel-sel tubuhnya sendiri.

 

Luke Massella adalah satu dari sekitar 10 orang yang hidup berjalan-jalan dengan kandung kemih tersebut. Warga Boston, Amerika Serikat itu, dilahirkan menderita spina bifida, sejenis penyakit yang ditandai dengan adanya kelainan di tulang belakangnya. Penyakit itu bisa membuatnya lumpuh.

Namun berkat operasi beberapa kali pada usia 10 tahun, ia bisa selamat dan mampu berjalan. Tapi masalah lain muncul. Kandung kemih yang tidak berfungsi membuat ginjalnya gagal bekerja.

"Saya menghadapi kemungkinan saya harus melakukan dialisis [pencucian darah] selama sisa hidup saya," katanya, seperti dilansir situs bbc.com, Selasa (11/9). "Aku tidak akan bisa bermain olahraga, dan memiliki kehidupan normal, seperti kakakku."

Seorang ahli bedah urologi di Rumah Sakit Anak Boston berusaha menolongnya. Anthony Atala, nama dokter itu, mengambil sepotong kecil kandung kemih Luke yang rusak. Sel itu kemudian ditumbuhkan di laboratorium selama 2 bulan.

Setelah tumbuh jadi kandung kemih, Atala melakukan pembedahan. Kandung kemih yang rusak diganti dengan kandung kemih buatan laboratorium tadi.

"Jadi itu cukup seperti mendapatkan transplantasi kandung kemih, tetapi dari sel-sel saya sendiri, sehingga Anda tidak harus berurusan dengan penolakan," kata Luke.

Dengan cara tersebut, efek samping transplantasi organ diminimalisir karena kandung kemih pengganti berasal dari sel tubuhnya sendiri.

Operasi itu mengakhiri 13 kali operasi yang dijalan sejak kecil sampai usia 13 tahun.

Kini di usia 27 tahun, Luke menjadi pelatih gulat di sekolah-sekolah umum Connecticut. Kini ia pindah haluan dengan bekerja di industri perhiasan.

"Cukup banyak saya bisa menjalani kehidupan normal setelah itu (operasi cangkok kandung kemih)," katanya.

Operasi yang menyelamatkan Luke tak lepas dari upaya Atala menggunakan teknik bioprinting. Ia menggunakan mesin 3D inkjet yang dimodifikasi untuk menghasilkan jaringan biologis.

Dengan kata lain, bioprinting akan memungkinkan organ-organ ini dibuat dengan cara yang terjangkau, konsisten, dan tepat dibangun.

“Untuk bioprinters organ yang sangat kompleks ini memberikan presisi yang melampaui tangan manusia,” katanya.

“Kami telah mengembangkan delapan jaringan berbasis sel yang kami masukkan ke pasien," katanya. Termasuk di antaranya, rekayasa kulit, pembentukan kandung kemih, dan tulang rawan ditumbuhkan di laboratorium.

"Anda perlu tahu bagaimana membuat organ-organ ini dengan tangan, maka bioprinter itu benar-benar merupakan alat sberkala besar," kata Atala yang juga merupakan Direktur Wake Forest Institute for Regenerative Medicine di North Carolina.

Organ-organ rekayasa ini akan melalui uji klinis untuk disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).


Aries Kelana

 

Aries Kelana
12-09-2018 07:04