Main Menu

Ingin Tahu Rasanya Mau Mati? Begini Caranya

Aries Kelana
12-09-2018 17:49

Ilustrasi. (shutterstock_222292144/RT)

London, Gatra.com -- Mau tahu rasanya bakal mati? Mungkin bisa belajar dari temuan tim peneliti psikologi di Imperial College, Inggris. Mereka melakukannya pada 13 orang, salah satunya bernama Anna.

 

Anna berbaring dengan mata tertutup di sebuah kursi di ruangan yang remang-remang. Ia tidak sekarat atau hampir mati. Namun, ia memasuki ke dalam apa yang digambarkannya sebagai alam alternatif. Itu terjadi setelah ia diminta mengonsumsi dimetiltryptamin (DMT), sejenis obat yang sangat kuat merangsang terjadinya halusinasi. DMT dapat membawa seseorang ke sensasi melewati kematian.

Christopher Timmermann, peneliti di Imperial College, London, Inggris,mengatakan bahwa timnya menggunakan DMT dalam lingkungan penelitian terkontrol untuk menginduksi pergeseran radikal dalam kesadaran dan memetakan pengalaman peserta.

"Dengan melakukan itu kita mungkin mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang batas kesadaran dan bagaimana pengalaman ini sesuai dengan aktivitas otak," katanya seperti dikutip situs newsweek.com, Rabu (12/9).

Para peneliti menyaksikan bagaimana Anna menyelami kesadarannya dalam cahaya rendah di ruang penelitian. Dalam beberapa menit setelah DMT masuk ke pembuluh darah Anna, ia merasa tanpa tubuh.

Kemudian dengan nafas yang pelan, ia memasuki terowongan yang begitu sering digambarkan oleh banyak orang sebagai tahap menghadapi kematian. Musik eksperimental terdengar ke telinga Anna. Tujuannya untuk menenangkannya saat Anna masuk ke dalam suasana yang dinamakan "supkosmik". Sementara itu, sensor dari peralatan pemindai elektroensefalogram (EEG) mendokumentasikan aktivitas otaknya.

Ketika mencapai akhir, Anna muncul di suatu tempat di mana waktu dan ruang dikonfigurasikan dengan cara yang dia tidak tahu.

Setelah melakukan perjalanan “mimpi” itu, Anna bersama para peserta lainnya ditanyai peneliti seputar apa yang dilihat dan dirasakan. Beberapa pertanyaan yang diajukan adalah apakah mereka melihat, atau merasa dikelilingi oleh cahaya yang cemerlang atau merasa mereka berada di dunia lain yang tidak wajar. Tim membandingkan tanggapan mereka dengan sampel orang yang telah melaporkan pengalaman mendekati kematian.

Perjalanan DMT dikatakan meniru perasaan hampir mati dengan sangat akurat sehingga orang-orang yang menggunakannya menggambarkan halusinasi yang mencerminkan pengalaman dekat kematian — peristiwa psikologis yang dilaporkan oleh orang-orang yang mendekati atau percaya bahwa mereka hampir mati.

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan mengukur kesamaan antara perjalanan pasca mengonsumsi DMT dan pengalaman mendekati kematian. Hasil mereka dipublikasikan di Frontiers in Psychology.

Orang yang mengonsumsi DMT akan melintasi apa yang disebut beberapa "kubah" perjalanan mereka, seperti halusinasi, dan transeden. Di situ akan ada pengalaman di luar tubuh yang dilaporkan, perasaan kedamaian batin dan sensasi lewat ke dunia lain.

Namun demikian apakah pengalaman mengonsumsi DMT dengan pengalaman mati, belum ada yang tahu. Sebab, belum ada yang kembali dari kematian.

Ujicoba periset Imperial College merupakan salah satu cara mereka untuk membuat terapi baru bagi penderita gangguan mental, seperti depresi, stres pasca trauma, atau kecemasan yang berlebih yang menimpa banyak penderita kanker.


Aries Kelana

 

Aries Kelana
12-09-2018 17:49