Main Menu

FKUI: Terapi Listrik bagi Penderita Stroke Belum Teruji secara Ilmiah

Anthony Djafar
20-09-2018 17:38

Ilustrasi. (shutterstock_1027550005/RT)

Jakarta, Gatra.com - Dr. Mohammad Kurniawan, Sp.s (K) dari Divisi Neurovaskular & Stroke Departemen Neurologi FKUI-RSCM, mengatakan bahwa terapi listrik untuk penyakit stroke belum teruji secara ilmiah.

 

Menurutnya, terapi listrik dipilih sebagian kalangan masyarakat sebagai alternatif untuk mengobati stroke, namun itu belum bisa dibuktikan secara medis.

"Kalau berbicara terapi, harus bicara bukti ilmiah. Terus terang belum ada bukti ilmiahnya," kata Dr. Mohammad Kurniawan, Sp.s (K) saat ditemui pada konferensi pers studi XANAP terkait manfaat dan keselamatan penggunaan Rivaroxaban bagi pasien, dikutip Antara, di Jakarta, Kamis (20/9).

Mohammad mengatakan bahwa pasien tidak dianjurkan menjalani pengobatan stroke dengan cara terapi listrik.

"Kalau bicara logika, mekanisme terapi listrik dengan stroke sama sekali tidak ada hubungannya. Bisa dibilang itu terapi yang tidak kita anjurkan," katanya.

Meskipun ditemui beragam testimoni dari masyarakat yang merasakan perubahan dari terapi listrik terhadap penyakit stroke, namun itu tidak bisa menjadi acuan.

"Tolong dibedakan antara testimoni dengan bukti ilmiah. Mungkin karena stroke ringan atau gejala pendahuluan stroke, setelah terapi 30 menit sembuh. Tapi bisa jadi bulan depannya stroke lagi," katanya.

Sebelumnya, ada pasien yakni Nasrullah alias Mat Solar yang selama dua bulan ini menjalani pengobatan alternatif melalui terapi kejut listrik.
Pemeran Bang Juri di 'Bajaj Bajuri' itu mengalmi stroke sehingga kondisi badannya menurun dan hanya bisa duduk di kursi roda.


Anthony Djafar

Anthony Djafar
20-09-2018 17:38