Main Menu

Cegah Kematian Lewat Bantuan Hidup Dasar

Flora Librayanti BR K
20-09-2018 22:44

Direktur RSPP dr. Abdul Hadi saat pembukaan pelatihan Basic Life Support (GATRA/Flora L.Y. Barus/jh)

Jakarta, Gatra.com – Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) selenggarakan pelatihan basic life support (bantuan hidup dasar/ BHD) untuk wartawan dan muspika.

 

“Bantuan hidup dasar ini sangat perlu. Kita sendiri mulai memasyaratkan. Karena semua harus bisa melakukan bantuan hidup dasar,” sebut Direktur RSPP, dr. Abdul Hari ketika membuka pelatihan di Graha RSPP, Jakarta Selatan, Kamis (20/9).

Pelatihan dasar kali ini khusus untuk menangani korban pingsan henti jantung.

“Misalkan ketemu orang pingsan di jalan. Harus dibedakan, apakah pingsan lemas saja atau pingsan henti jantung, henti nafas,” tambahnya lagi.

Pelatihan ringkas tersebut dipimpin oleh Dr. Raymos Hutapea, MKK. Sp. OK dan Tim BHD RSPP.

Raymos pun menjelaskan kalau data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) pada 2000 menyebut kalau penyebab kematian tertinggi di dunia adalah sakit jantung. Lalu disusul stroke, infeksi paru, dan diabetes. Data pada 2012 dan 2015 juga masih menunjukkan hal sama, yaitu sakit jantung di posisi pertama.

“Saat terjadi henti jantung, organ pertama berhenti berfungsi adalah otak. Waktu yang dibutuhkan (untuk menangani henti jantung) kurang dari 4 menit. Lebih dari itu akan menyebabkan kerusakan sel-sel otak. Bisa menyebabkan kematian atau kecacatan,” jelas Raymos.

Para peserta lantas dibagi dalam sejumlah kelompok kecil dan masing-masing diberi mannequin untuk berlatih. Setiap orang diajar untuk melakukan tindakan menggenjot jantung.

“Harus diingat, pelatihan ini harus diajar oleh yang sudah tersertifikasi. Tidak bisa berlatih sendiri,” tegas Abdul Hari.


 

Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
20-09-2018 22:44