Main Menu

Awas, Radiasi Sinar UV Mengancam Mata Kita

Flora Librayanti BR K
20-09-2018 23:20

Experience menggunakan UV Camera.(Dok. Zeiss/re1)

Jakarta, Gatra.com - Melindungi kesehatan mata dari radiasi sinar ultraviolet (UV) bersifat esensial untuk kesehatan penglihatan. Banyak pengguna kacamata telah memahami bahwa radiasi sinar UV dapat merusak mata, namun yang lebih sering terjadi tidak ada tindakan pencegahan yang dilakukan untuk melindungi penglihatan.

 

“Ada banyak alasan terjadinya pembiaran ini. Banyak orang berpikir bahwa perlindungan dari sinar UV hanya dibutuhkan saat matahari bersinar sangat kuat. Bahkan mereka yang sudah memiliki sunglasses atau kacamata hitam juga tidak pernah memakainya. Padahal faktanya, sinar UV selalu ada setiap waktu, sepanjang hari, bahkan ketika cuaca mendung,” ungkap Managing Director South East Asia - Carl Zeiss Pte.Ltd., Ven Raman di Jakarta, Rabu (19/9).

Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menyebut kalau permasalahan gangguan kesehatan mata yang ada pada masyarakat Indonesia saat ini ternyata cukup tinggi. Dimana katarak menempati posisi tertinggi diikuti glaukoma, gangguan refraksi, gangguan retina, dan abnormalitas kornea. Katarak adalah kondisi yang terjadi karena proses penuaan atau degenerasi.

“Salah satu faktor resiko yang dapat menyebabkan proses katarak terjadi lebih cepat adalah akibat radiasi sinar UV. Apalagi mengacu pada fakta bahwa posisi Indonesia terletak tepat di garis khatulistiwa yang menjadikan curah sinar matahari memang sangat tinggi,” sebut Dokter Spesialis Mata RSCM, dr. Astrianda N. Suryono, SpM(K).

Astrianda menegaskan kalau mata yang tidak terlindungi dapat langsung terpapar sinar matahari, sehingga membutuhkan solusi yang membantu mengeliminasi penyebab utama katarak yang sebetulnya dapat dicegah dan diobati. “Menggunakan kacamata dengan perlindungan sinar UV dapat menjadi cara yang paling efektif untuk melindungi mata dari paparan radiasi sinar UV ketika berada di tempat terbuka dalam waktu lama,” tambahnya.

Masalahnya, standar industri optik terkini masih mendefinisikan panjang gelombang hingga 380 nm sebagai batas tertinggi yang ada pada lensa kacamata. Ini berarti hingga sekarang kebanyakan lensa masih belum melindungi mata sepenuhnya dari radiasi sinar UV, dimana panjang gelombang 400 nm masih dapat menjangkau mata dan berisiko bagi kesehatan mata.

“Efek radiasi sinar UV dapat merusak lensa mata dan mempercepat penuaan pada kulit sekitar mata atau bahkan dapat memicu kanker kulit pada kelopak mata. Inilah kenapa Full UV Protection sangatlah penting,” sebut Ven Raman.

Ia lantas menawarkan solusi dari ZEISS yakni ZEISS UVProtect Clear Lenses yang menawarkan perlindungan dari sinar UV yang memiliki panjang gelombang 400 nm atau yang biasa kita kenal dengan UV400. Seluruh lensa kacamata ZEISS baik yang bening maupun berwarna akan mengalami penyamaan standar dalam kemampuan perlindungan sinar UV. Sehingga pengguna kacamata dengan ZEISS UVProtect Clear Lenses akan terlindungi dari sinar UV sama kuatnya dengan perlindungan oleh sunglasses atau kacamata hitam UV400.

“Secara serentak seluruh lensa ZEISS akan disamakan standarnya menggunakan ZEISS UVProtect Clear Lenses pada seluruh jaringan Optik Tunggal dan ZEISS Vision Center yang tersebar di seluruh Indonesia. Lensa ini juga akan tersedia pada Optik Tunggal Next Generations yang menjangkau pengguna usia muda atau anak-anak, karena mereka juga membutuhkan perlindungan dari sinar matahari sejak dini,” pungkas Alexander F. Kurniawan, Chairman PT. Optik Tunggal Sempurna sebagai pemegang lisensi resmi ZEISS di Indonesia.


 

Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
20-09-2018 23:20