Main Menu

Pembuatan Viagra dan Cialis Elektrik Bikin Berang BPOM AS

Aries Kelana
14-10-2018 11:13

Viagra (Shutterstock/awy)

Washington, Gatra.com - Perusahaan vape, HelloCig Electronic Technology Co., dituding telah memasukkan obat impotensi atau disfungsi ereksi bermerk Viagra dan Cialis dalam cairannya. Karuan ini membangkitkan kemarahan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Administrasi Makanan dan Obat-obatan.

 

Satu cairan disebut e-Cialis, obat disfungsi ereksi yang populer, dan ditampilkan dengan foto produk nyata. Tak cuma itu, obat penurun berat badan, yang mereknya dilarang di Eropa, diduga diadaptasi ke dalam bentuk cair juga, meskipun dalam pengujian di FDA justru membuktikannya malah mengandung senyawa obat disfungsi ereksi yang ditemukan di Viagra.

FDA juga merilis sebuah pernyataan, yang ditulis oleh Komisaris FDA Scott Gottlieb, tentang penjualan ilegal cairan ini pada hari Kamis (11/10). "Tidak ada produk e-liquid yang disetujui mengandung obat resep atau obat lain yang memerlukan pengawasan dokter," kata pernyataan itu.

Gottlieb menganggap penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja sudah mewabah dan memprihatinkan. "Rokok elektrik telah menjadi tren yang hampir di mana-mana — dan berbahaya — di kalangan remaja," tulisnya.

“Lintasan penggunaan yang mengganggu dan semakin cepat yang kita lihat di kalangan remaja. Mereka kecanduan dan ini harus berakhir. Itu tidak bisa ditolerir. Saya akan jelas. FDA tidak akan mentolerir seluruh generasi anak muda menjadi kecanduan nikotin sebagai tradeoff karena memungkinkan orang dewasa memiliki akses tak terbatas ke produk yang sama ini. ”

"Obat resep dievaluasi secara hati-hati dan diberi label untuk mencerminkan risiko obat dan interaksi potensial mereka dengan obat lain, dan vaping bahan obat aktif adalah rute pengiriman yang tidak efektif dan bisa berbahaya."

FDA mengirim surat peringatan ke HelloCig pada hari Kamis. FDA mendesak perusahaan itu untuk membuat perubahan yang diperlukan untuk memasarkan produk mereka dengan benar dan meminta mereka mematuhi peraturan FDA untuk terus menjual semua jenis obat.

Namun tudingan itu dibantah HelloCig, dua hari kemudian. "Tujuan kami adalah untuk sepenuhnya mematuhi semua peraturan FDA, baik dalam bentuk surat dan semangat," kata pernyataan itu.HelloCig berbasis di China tetapi menjual produk vaping di Amerika. Perusahaan itu telah membuat vape dengan 150 jenis rasa, seperti e-herbal, e-kesehatan, dan e-minuman asap air.


Aries Kelana/newsweek.com

 

 

Aries Kelana
14-10-2018 11:13