Main Menu

Yayasan Damandiri Adakan Periksa Gigi Gratis

Bernadetta Febriana
14-10-2018 13:08

Yayasan Damandiri adakan bakti sosial dan pemeriksaan gigi gratis di desa wisata Samiran, Boyolali. (GATRA/ Arief Koes/awy)

Boyolali, Gatra.com - Yayasan Damandiri menggelar bakti sosial dan pemeriksaan gigi gratis digelar di desa wisata Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Meski cuma-cuma, pemeriksaan gigi ini menerapkan standard tinggi untuk meningkatkan kesehatan gigi warga.

Kegiatan bakti sosial dan layanan kesehatan ini digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu 12-14 Oktober 2018. Pemeriksaan gigi gratis melibatkan 20 dokter gigi dari Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI) tahun 1999-2003 dan 35 dokter dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Boyolali.

Selain memeriksa gigi, parw dokter juga memberi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di sekolah dasar setempat

Melalui pelayanan gratis ini, warga setempat antusias. Sebanyak 115 warga memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya. Di antara mereka ada 35 orang yang memasang gigi palsu, sedangkan 12 orang mengalami masalah gigi berat.

"Desa ini jauh dari dokter gigi. Apalagi penanganan gigi yang baik itu lama dan mahal. Namun kami komitmen menerapkan standard tinggi dalam menangani masalah gigi warga," kata koordinator PSMKGI Dhanni Gustiana di lokasi acara, Minggu (14/10).

Standard tinggi tersebut antara lain pemasangan bahan cangkok tulang dan gigi tiruan dengan materi berkualitas oleh para spesialis gigi dari berbagai rumah sakit di Indonesia. "Ini pemeriksaan gigi gratis pertama yang melayani pemasangan bahan cangkok tulang," ujar dia.

Selain itu, Dhanni menjelaskan, sebelum pemeriksaan tim juga telah melakukan survei awal. Alhasil tim dokter tahu masalah gigi dan mulut warga. "Ternyata banyak warga desa Samiran memakai gigi tiruan yang sudah dilrang Kementerian Kesehatan," ujar dia.

Tim dokter juga menemukan warga yang mengalami benjolan dan ternyata tumor jinak. Berbagai kasus gigi dan mulut ini pun ditangani secara gratis. "Beberapa hari lagi kami juga ke sini untuk mengontrol hasilnya," kata Dhanni.

Apalagi Desa Samiran telah menjadi desa wisata dengan kehadiran Homestay Damandiri. Sebagai desa wisata, menurut dia, warga setempat harus memiliki kesadaran akan kesehatan dan kebersihan lingkungan dan pribadi.

"Perbaikan kondisi gigi dan mulut warga desa wisata Samiran diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri bagi warga pelaku wisata dan memberi rasa percaya diri. Para wisatawan pun percaya bahwa pelaku wisata dapat menjaga kebersihan lingkungan dan dirinya sendiri," tuturnya.

Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaya mengatakan kegiatan ini bagian dari sejumlah program peningkatan kesejahteraan warga Samiran, Selo. "Kami telah membangun 25 homestay dan memberikan kredit ultramikro Rp2 juta. Sekarang ada pelayanan kesehatan gigi. Ini langkah kecil tapi besar manfaatnya," ujarnya.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Damandiri Mohamad 'Bob' Hasan mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kinerja dan peran banyak pihak. "Ini dokter gigi dari berbagai daerah termasuk dari Aceh dan Nusa Tenggara Timur ke Selo," katanya.


Reporter : Arif Koes Hernawan

Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
14-10-2018 13:08