Main Menu

BPK Nilai Operasional BPJS Kesehatan Belum Efektif

Januar
12-04-2016 13:12

Ketua BPK, Harry Azhar Aziz (GATRA/Eva Agriana/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) operasional Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan belum efesien. Kondisi ini dikhawatirkan menghambat tercapainya tujuan kepesertaan pada 2019 mendatang.

 

Ketua BPK, Harry Azhar Aziz mengatakan permasalahan yang masih perlu mendapat perhatian seperti belum jelasnya target indikator kinerja dan proses evaluasi kinerja unit-unit kerja BPJS Kesehatan.
 
"BPJS Kesehatan tidak memiliki pedoman penyusunan target dari setiap indikator atau inisiatif strategis, baik yang terdapat pada Annual Management Contract (AMC) dan Annual Performance Contract (APC) maupun penyusunan target dalam Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT)," kata Harry, Selasa (12/4).
 
Harry melanjutkan BPJS Kesehatan belum memiliki dasar rumus perhitungan yang seharusnya digunakan. Akibatnya, sasaran atau target indikator kinerja dan proses evaluasi kinerjanya tidak dapat diukur secara memadai.
 
BPJS Kesehatan belum optimal dalam melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan pihak terkait mengenai kasus kecelakaan kerja maupun kecelakaan lalu lintas.
 
"Akibatnya, peserta JKN tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai mengenai kejelasan penjamin pembayaran apabila mendapat kecelakaan kerja maupun kecelakaan lalu lintas," kata Harry.
 
Selain itu, fasilitas kesehatan terhambat mendapatkan pendapatan dari jasa pelayanan kesehatan, sehingga berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan. BPJS Kesehatan menyatakan berbagai permasalahan dan kelemahan yang ada telah berusaha diperbaiki.
 
Dalam pemeriksaan ini, BPK merekomendasikan kepada Direksi BPJS Kesehatan sebanyak 14 Hasil Pemeriksaan pada Pemerintah Pusat IHPS II Tahun 2015. Menyusun pedoman penghitungan dan penetapan serta evaluasi atas target indikator kinerja yang akan dicapai dalam RKAT.
Reporter: Januar Rizki
Editor: Dani Hamdani 
Januar
12-04-2016 13:12