Main Menu

Menkes Dorong rumah sakit gelar operasi Katarak Gratis

Hendry Roris P. Sianturi
22-10-2016 17:01

Menteri Kesehatan Nila Moeleok menyaksikan Operasi Katarak yang dihelat Pertuni dan Yayasan Damandiri, 22 Oktober 2016. (GATRA/Hendry Roris)

Jakarta, GATRAnews – Menteri kesehatan RI Nila Djuwita F. Moeloek prihatin dengan angka gangguan penglihatan dan kebutaan yang terus meningkat akibat katarak. Nila mengakui masih banyak penderita di daerah yang belum bisa mengakses layanan pengobatan katarak meskipun sudah menjadi peserta BPJS.

 

“Penyebab utama itu adalah katarak. Dan sebenarnya itu bisa diatasi. Masalah lain adalah akses jauh dari rumah sakit. Oleh karena itu kita harus jemput bola ke daerah-daerah,” katanya ketika menghadiri kegiatan operasi katarak gratis di Rumah Sakit JEC Kedoya, Jakarta Barat (22/10).

 

Menurut Nila, angka penderita kebuataan meningkat tahun ini. Bahkan di beberapa daerah seperti di jawa timur, telah menyentuh 4% dari total penduduk Indonesia. “Di kota besar seperti DKI Jakarta saja sudah 1,9%. Padahal di Jakarta begitu mudah mendapat akses pengobatan katarak. Tapi bisa meningkat,” katanya.

 

Menurut Nila, selain masalah angka kematian ibu dan anak, penyakit menular dan kekurangan gizi, pemerintah juga sedang fokus mengatasi permasalahan penyakit mata. “Kita sudah bentuk Komnas komite mata nasional. Di dalamnya, bukan saja pemerintah, ada pakar dan masyarakat juga,” katanya.

 

Nila juga meminta semua rumah sakit melakukann bakti sosial operasi katarak mata gratis dan serius menangani pasien-pasien katarak yang ada di daerah pedalaman. “Saya akan mendorong agar bakti sosial operasi katarak terus digiatkan. Perlu ada saling kerjasama,” katanya.

 

Menurutnya, jika rumah sakit melalukan operasi masal tentu biaya yang akan dikeluarkan lebih murah. Nila menuturkan bahwa permasalahan akomodasi dan transportasi dokter juga akan diperhatikan. “Kalau kita melihat, jika sudah sembuh, bisa membuat penderita lebih produktif dan secara ekonomi bisa menguntungkan,” katanya.

 

Nila meyakini bahwa kegiatan operasi katarak gratis dapat dilakukan di hampir semua rumah sakit di Indonesia karena sudah memiliki tenaga medis yang mumpuni dan fasilitas rumah sakit yang memadai. “Tinggal kekuatan rumah sakitnya. Kalau mampunya operasi 5 orang, yah 5 orang. Nggak ada masalah. Yang penting niat baiknya,” katanya.

 

Nila khawatir jika permasalahan katarak tidak segera diatasi, maka Indonesia akan mengalami tsunami katarak. “Apalagi masalah katarak dan kebutaan sudah jadi masalah nasional,” katanya.


Reporter: Hendry Roris

Editor: Dani Hamdani 

Hendry Roris P. Sianturi
22-10-2016 17:01