Main Menu

BPJS Gelar Seresehan HUT BPJS Kesehatan ke-49

Aries Kelana
17-07-2017 14:31

Peringatan 49 tahun BPJS Kesehatan (Dok Gatra/AK9)

Jakarta, GATRANews -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial bidang Kesehatan (BPJS Kesehatan) tak terasa sudah berumur 49 tahun. Usia tersebut diambil dari munculnya gagasan dari jaminan kesehatan semesta yang ditelorkan Menteri Kesehatan GA Siwabessy pada 1968.


Sejak itulah upaya membentuk lembaga tersebut digulirkan. Langkah tersebut dimulai dengan terbitnya Undang-undang Nomor 40 tahun 2004 mengenai Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Aturan itu kemudian dikuatkan oleh Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nomor 24 Tahun 2011, sehingga lahirlah BPJS Kesehatan yang mengelola Program JKN-KIS. Ada pun BPJS resmi beroperasi pada 1 januari 2014.

Maka dalam peringatan 49 tahun peringatan BPJS Kesehatan, Megawati hadir di acara yang berlangsung di kantor BPJS Kesehatan, Jl Soeprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ia bersama putrinya, Puan Maharani yang menjabat Menteri Kordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan dalam kabinet Joko Widodo, dan Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf, serta direksi BPJS Kesehatan, Senin ini (17/7/2017).

Dalam acara tersebut, Presiden Direktur BPJS Kesehatan Fachmi Idris, mengatakan bahwa di usia ke-49, tahun sejak cikal bakal Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK dibentuk), BPJS Kesehatan terus meningkatkan kinerja yang positif yang diharapkan dapat menjadi modal yang sangat penting dalam menuju cakupan semesta (universal health coverage/UHC) jaminan kesehatan yang berbasiskan gotong royong untuk seluruh rakyat Indonesia.

Sedangkan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat merupakan salah satu Program Prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi-JK yang tercantum dalam Nawacita ke-5, yaitu meningkatan kualitas hidup manusia Indonesia. Program ini diharapkan mampu meretas jalan perubahan demi Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, secara khusus saya sampaikan terima kasih kepada Ibu Megawati Soekarno Putri, Presiden Republik Indonesia ke-5, yang menjadi inisiator lahirnya UU SJSN Tahun 2004. Sungguh besar kontribusi beliau dalam ikhtiar mewujudkan cita-cita bangsa, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. UU SJSN ini juga menjadi tonggak lahirnya BPJS Kesehatan,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris di hadapan hadirin Saresehan HT BPJS Kesehatan.

Dalam peringatan HUT BPJS Kesehatan ke-49 juga dilakukan penandatanganan prasasti UU SJSN oleh Megawati Soekarno Putri sebagai apresiasi pada kontribusi beliau terhadap terwujudnya Program Jaminan Sosial bagi masyarakat Indonesia. Selain itu juga diberikan Piagam MURI kepada Duta BPJS Kesehatan atas pemecahan rekor sebagai institusi yang mengunggah Video Blog terbanyak yang bertemakan Hari Kelahiran Pancasila.

Fachmi Idris juga memaparkan beberapa gebrakan yang telah dilakukan demi peningkatan kualitas layanan. Salah satu inovasi terkini yang dihadirkan adalah lahirnya Program e-JKN melalui soft launching aplikasi Mobile JKN pada peringatan HUT BPJS Kesehatan ke-49. Program e-JKN ini dirancang untuk memudahkan peserta dalam melakukan berbagai perubahan data dalam status kepesertaannya di Program JKN-KIS.

Ada 16 fitur yang bisa dimanfaatkan pada aplikasi Mobile JKN, diantaranya Fitur Pindah Faskes, Fitur Perubahan Identitas, dan Fitur Pindah Kelas. Fitur pada aplikasi Mobile JKN ini akan terus dikembangkan dan diperkaya dengan fitur-fitur lainnya, yang mengakomodir kebutuhan peserta agar kian menikmati pelayanan Program JKN-KIS yang berkualitas.

Berdasarkan data per 14 Juli 2017, terdapat 179.011.459 jiwa penduduk Indonesia yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Selain itu, terdapat total 20.877 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan, yang terdiri atas 9.829 Puskesmas, 4.523 Dokter Praktik Perorangan, 1.151 Dokter Praktik Gigi Perorangan, 5.360 Klinik Pratama, dan 14 RS D Pratama. Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 5.451 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 2.179 rumah sakit (termasuk di dalamnya 181 klinik utama), 2.274 apotek, serta 998 optik.


Editor: Aries Kelana

 


 

Aries Kelana
17-07-2017 14:31