Main Menu

Mendaftar JKN-KIS saat Ini Menggunakan KTP Elektronik

Annisa Setya Hutami
05-01-2018 21:34

Dirut BPJS Kesehatan dan Dirjen dukcapil Kemendagri memantau pelaksanaan Card Reader KTP Elektronik (Gatra/ASH)

Jakarta, Gatra.com - BPJS Kesehatan sedang melakukan implementasi card reader KTP Elektonik untuk tingkatkan akurasi data peserta JKN-KIS. Oleh karena itu, layanan pendaftaran masyarakat seluruhnya melalui KTP Elektronik. Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan menjadi pilot project dan telah berjalan sejak 21 Desember 2017. Untuk peserta yang berusia di bawah 17 tahun, maka dilihat dari Kartu Keluarga berdasarkan KTP yang dimiliki oleh orang tua.

"NIK dijadikan keyword data kepersertaan tunggal. Melalui sinergi ini, akan diperoleh validitas data dan juga dipergunakan untuk memperbarui data peserta yang sudah terdaftar di data kepesertaan BPJS Kesehatan. Untuk anak-anak juga tidak perlu khawatir karena bisa didaftarkan oleh orang tua masing-masing,” ucap Dirut BPJS Kesehatan, Fachmi Idris saat ditemui kantor BPJS Kesehatan Jakarta Selatan pada Jumat (5/1).

Prosesnya, calon peserta JKN-KIS cukup meletakan KTP Elektronik ke mesin card reader dan menekankan jari telunjuk ke pemindai. Setelah itu, data KTP Elektronik akan langsung terkoneksi dengan aplikasi kepesertaan. Kemudian petugas BPJS akan meminta konfirmasi data anggota keluarga dan menginformasikan virtual account calon JKN-KIS tersebut. Begitupula dengan mutasi atau perubahan data, memiliki tahapan yang hampir sama.

Sampai dengan 31 Desember 2017, jumlah peserta mencapai 187.982.949. Hampir mencapai 72,9 % dari total penduduk Indonesia. Kerjasama dengan 21.763 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, Dokter Praktek Perorangan, Klinik Pratama, RS Kelas D, dan Dokter Gigi), 2.292 fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (Rumah Sakit dan Klinik Utama), serta 2.937 fasilitas kesehatan penunjang seperti apotik dan optik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari sejumlah peserta dan fasilitas maka saat ini akan disinkronkan kembali sesuai data kependudukan. Menurut Dirjend Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh membangun data tunggal penduduk salah satu caranya melalui ekosistem. Perlu memiliki partner membantu menciptakan hal tersebut.

"Indonesia akan menuju kesana. Satu penduduk, satu identitas. Sistem yang lalu diperbaiki dan ditataulang. Harus memperbaiki tata kelola. Caranya menggunakan card reader. Untuk perbankan, baru BCA dan Mandiri yang mengajukan untuk menggunakan sistem sidik jari,” katanya.


Reporter: ASH
Editor: Nur Hidayat

Annisa Setya Hutami
05-01-2018 21:34