Main Menu

Ahok : KJS Dikorbankan Demi BPJS Kesehatan

Nur Hidayat
19-05-2013 20:45

 

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membantah jika pelaksanaan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) belum siap sepenuhnya. Ia menuding Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, menjadi penyebab utama mundurnya 16 rumah sakit dari kepesertaan program yang dirintis Gubernur DKI, Joko Widodo tersebut.

 

"Bukan belum siap, DKI udah siap dengan Rp 50 ribu. Tapi kita ada tugas nasional, dengan menteri. Kita relawan jadi BPJS kesehatan nasional," tegasnya kepada awak media, Minggu (19/5) siang di Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

 

Mantan bupati Kabupaten Belitung Timur ini mengaku dengan premi Rp 15.000, sangat tidak memungkinkan untuk memberikan layanan kesehatan maksimal. Menurutnya angka Rp 23.000 yang pernah diajukan sebelumnya kepada Menteri Keuangan sudah diragukan banyak pihak, terlebih ini diberikan jauh dibawah angka tersebut.

 

DKI Jakarta selama ini menjadi proyek percontohan nasional BPJS nasional 2014.  Sebelumnya diterapkan diseluruh provinsi di Indoesia, diujicobakan terlebih dahulu untuk melihat aplikasi kekurangan BPJS. Menurut Ahok, alasan berani menerima menjadi percontohan karena tak ada satu daerah pun yang mau melaksanakannya secara penuh.

 

"Kami minta awal Juni atau Juli, dievaluasi. Kita akan pelajari semua, sehingga bisa kita katakan bahwa BPJS kesehatan tidak mungkin jalan di DKI. Nah jadi INA-CBG's tidak akan jalan, mungkin akan kita keluarkan sebuah tarif versi Jakarta, jadi mungkin nanti namanya Jakarta CBG's," tegas Ahok.

 

Mantan anggota Komisi II DPR RI ini berharap secepatnya pihak-pihak terkait untuk kembali merapatkan masalah tersebut. Tak terkecuali Dewan Jaminan Sosial BPJS, untuk bisa merubah sistem yang ada sekarang, karena dinilai banyak merugikan, termasuk rumah sakit. (*/Zak) 

Nur Hidayat
19-05-2013 20:45