Main Menu

BPJS Kesehatan Berusaha Tingkatkan Rujukan Zaman Now

Annisa Setya Hutami
25-06-2018 19:17

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Maya Amiarny Rusady. (Dok.BPJS Kesehatan/RT)

Jakarta, Gatra.com -- BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan akan meluncurkan sistem rujukan online. Ini untuk mengatasi beberapa permasalahan permasalahan pelayanan kesehatan, seperti antrian panjang pendaftaran dan sistem yang membutuhkan proses lama. Dengan adanya rujukan online, maka diharapkan dapat mempermudah akses dan mengatasi permasalahan tersebut.

“ Kita sedang adaptasi peningkatan pelayanan. Lagi mencoba berada dalam proses peralihan ke sistem digitalisasi sistem online. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan bertambah banyak, namun pegawai BPJS Kesehatan tetap. Oleh karena itu, kita cari solusinya melalui sistem digital dan simplifikasi,” ujar Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Maya Amiarny Rusady pada acara Ngopi Bareng dan Halal Bi Halal dengan media massa  yang bertajuk Rujukan Zaman Now, di salah satu kafe di Jakarta Timur, Senin (25/6/2018).

Meskipun belum semua rumah sakit dan fasilitas kesehatan menerapkan aplikasi verifikasi digital, namun Maya optimistis seluruh fasilitas kesehatan akan beralih ke sistem tersebut. Dari 89,3% fasilitas kesehatan primer telah mengimplementasi, hanya 10% yang belum memiliki sistem rujukan online.

“ Belum bisa 100%. Semua fasilitas kesehatan primer wajib lakukan rujukan online. Ini sebagai upaya melakukan sistem digitalisasi ke depannya. Nanti aka nada Head Facilities Information Systems,” ujar Kepala Grup Penelitian dan Pengembangan BPJS Kesehatan Dwi Martiningsih.

Saat ini BPJS Kesehatan belum sepenuhnya menggunakan sistem online. Untuk sementara, menurut Maya, sistem manual tetap berjalan guna melakukan backup bila online sedang mengalami kendala. Oleh karena itu, sangat butuh sosialisasi pada setiap FKTP ( Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama).

“ Memang saat ini kita masih dalam masa transisi. Rujukan manual dalam bentuk kertas (hardcopy) masih berlaku, namun rujukan online juga berjalan secara bertahap di sebagian fasilitas kesehatan. Kami sedang berupaya agar dalam waktu dekat mekanisme rujukan online ini dapat diterapkan dengan optimal di seluruh fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan. Untuk itu, kami juga akan mensosialisasikan kepada petugas fasilitas kesehatan agar paham betul mekanisme rujukan online ini sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS yang membutuhkan,” katanya.


Reporter: Annisa Setya Hutami 

Editor: Aries Kelana

Annisa Setya Hutami
25-06-2018 19:17