Main Menu

BPJS Kesehatan Jalin Kerjasama Dengan Dewan Masjid Indonesia

Aries Kelana
06-07-2018 20:52

Ilustrasi kerjasama.(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjalin nota kesepahaman dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Nota itu diteken di Selasar Utama Masjid Istiqlal, Pasar Baru, Jakarta Pusat hari ini (6/7/2018). Pada kesempatan tersebut, hadir pula Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DMI, serta Wakapolri sekaligus Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin. Lewat sinergi ini, DMI diharapkan dapat mendukung BPJS Kesehatan mencapai Universal Health Coverage atau cakupan kesehatan semesta dalam waktu dekat.

“DMI merupakan mitra baik BPJS Kesehatan, serta peserta yang harus kita informasikan dan update terkait kebijakan terbaru dalam penyelenggaraan JKN-KIS. Harapan kita, selain memperluas cakupan kepesertaan, DMI juga dapat menjadi salah satu pusat informasi tentang program JKN-KIS bagi seluruh jamaah yang ada di dalamnya,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris dalam acara tersebut.

Tidak hanya dari sisi perluasan kepesertaan, ruang lingkup Nota Kesepahaman antara BPJS Kesehatan dengan DMI juga mencakup kerja sama Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), perluasan kanal pembayaran iuran peserta Program JKN-KIS, dan edukasi pembayaran iuran peserta Program JKN-KIS.

Sampai 1 Juli tahun ini, sebanyak 199.133.988 jiwa penduduk di Indonesia telah menjadi peserta program JKN-KIS. Hadirnya program JKN-KIS membuat masyarakat yang awalnya takut berobat ke fasilitas kesehatan karena biaya yang besar, menjadi tidak khawatir lagi. Sesuai dengan road map yang disusun, diharapkan dalam waktu dekat, seluruh penduduk Indonesia bisa tercakup dalam program JKN-KIS serta mendapatkan jaminan kesehatan yang dapat melindungi mereka saat sakit.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN-KIS senantiasa berupaya menjalin kerja sama dan memperkuat hubungan kemitraan dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan, keagamaan, mahasiswa, dan lain sebagainya, sehingga implementasi program JKN-KIS di lapangan dapat berjalan lancar,” kata Fachmi.

Fachmi berharap, nota kesepahaman tersebut juga dapat menjadi awal kerja sama yang baik antara BPJS Kesehatan dengan DMI untuk bersinergi meningkatkan derajat kesehatan para jamaah dalam wadah DMI.


Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
06-07-2018 20:52