Main Menu

Defisit BPJS Akan Dibahas di Tingkat Menteri Pekan Depan

Muchammad Egi Fadliansyah
20-08-2018 19:04

BPJS Kesehatan. (Dok.BPJS Kesehatan/RT)

 

Jakarta, Gatra.com - Pada pertengahan 2017 defisit anggran BPJS Kesehatan mencapai Rp 9 Trilyun, bahkan diprediksi tahun ini akan meningkat. Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengatkan, BPJS beserta Pemerintah terus mencari solusi permasalahan menahun tersebut.


Kemal menambahkan, pekan depan bakal ada ada rapat setingkat menteri untuk membahas defisit keuangan BPJS Kesehatan. Saat ini, menurutnya, Kemenkeu telah meminta BPKP untuk mereview prognosa yang disusun oleh BPJS Kesehatan.

”Hasilnya sudah ada pekan lalu, dan BPKP seyogyanya memberikan hasil review itu kepada pemerintah,” kata Kemal di Jakarta, Senin (20/08).

Ia melanjutkan, tujuan dari audit tersebut agat terlihat secara detail, tagihan mana saja yang harus dibayarkan pemerintah sampai dengan Juli 2018 beserta komponennya. BPJS tidak memiliki anggaran khusus di dalam RAPBN 2019.

“BPJS kesehatan di APBN itu tidak ada. Anggaran Kesehatan itu termasuk di dalamnya untuk PBI,” ujarnya.

Meski begitu, lanjutnya, saat ini proses pembayaran pada rumah sakit masih berjalan seperti biasa. Di sisi lain, ia pun mengingatkan, agar setiap proses pembayaran pada setiap rumah sakit tidak disamaratakan.
Peraturan pemerintah mengatakan apabila BPJS terlambat membayar, maka diharuskan membayar ganti rugi satu persen untuk satu bulan.

“Kami tidak mau dianggap tidak mau mengikuti aturan,” ia menjelaskan.

Apalagi, per 10 Agustus 2018 tercatat sebanyak 200.734.182 jiwa penduduk di Indonesia telah menjadi peserta program JKN-KIS. Menurut Kemal, dalam memberikan pelayanan, BPJS Kesehatan telah belerja sama dengan 22.390 FKTP yang terdiri atas 9.884 Puskesmas, 5.058 Dokter Praktik Perorangan, 5.544 Klinik Non Rawat Inap, 676 Klinik Rawat Inap, 21 RS Kelas D Pratama, serta 1.207 Dokter Gigi.

Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.424 RS dan Klinik Utama, 1.579 Apotik, dan 1.080 Apotik.


Reporter: MEM
Editor: Arief Praswetyo

Muchammad Egi Fadliansyah
20-08-2018 19:04