Main Menu

Fase Kedua Digitalisasi Rujukan, BPJS Kesehatan Lakukan Evaluasi

Umaya Khusniah
10-09-2018 21:56

Pelayanan BPJS (GATRA/Ardi Widi Yansah/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Fase kedua penerapan uji coba digitalisasi rujukan (rujukan online) BPJS Kesehatan telah dimulai. Fase kedua ini dimulai sejak 1 - 15 September. "Diharapkan dalam fase ini berbagai evaluasi dan masukan dapat diakomodir," Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaifuddin, dalam Ngopi Bareng JKN di Jakarta Senin (3/9) lalu.

 


Sebagaimana diketahui, penerapan uji coba digitalisasi rujukan online BPJS Kesehatan terbagi menjadi tiga fase. Ketiga fase ini ditargetkan selesai pada 30 September. Pada 1 Oktober rujukan online diharapkan dapat diterapkan dengan lancar.

Arif menjelaskan, selama fase 1 banyak hal yang didapat oleh BPJS Kesehatan. Diantaranya data menenai Rumah Sakit rujukan dan dokter spesialis-subspesialis beserta jadwal prakteknya. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) juga teredukasi untuk disiplin menggunakan aplikasi P-Care.

Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) juga menjadi terlatih melengkapi dan meng-update data kompetensi dan sarana. Sementara bagi pasien juga menjadi lebih mengenal konsep rujukan online.

Dalam fase 1, terdapat 19.937 FKTP yang sudah mengakses aplikasi P-Care secara realtime online dan siap memasuki fase 2. Untuk FKTP yang bermasalah dengan jaringan, maka dapat menggunakan rujukan manual sambil menunggu jaringan komunikasi dan data (jarkomdat) di wilayah yangbersangkutan.

Arif menambahkan, selama fase 1 berlangsung, banyak masukan yang membangun baik dari FKTP, FKRTL maupun peserta terhadap beberapa kondisi tertentu di lapangan. Ia mencontohkan ada data dokter spesialis/subspesialis yang kurang lengkap, mapping rumah sakit tujuan rujukan yang belum sesuai dan rujukan kasus-kasus khusus yang belum seluruhnya terakomodir dalam sistem.

Memasuki fase 2 ini, berbagai penyempurnaan dilakukan BPJS Kesehatan. Diantaranya kemudahan FKRTL dalam melakukan edit data kompetensi dan sarana yang ada di aplikasi Health Facilities Information System (HFIS).

Perbaikan data mapping FKRTL (Rumah Sakit dan Klinik Utama), yaitu fasilitas kesehatan rujukan mana saja yang bisa dirujuk dari Puskesmas, Dokter Praktik Perorangan dan Klinik Pratama berdasarkan jarak dan kompetensinya.

Selain itu juga penambahan fitur untuk rujukan kasus-kasus tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus seperti Kanker, Hemodialisa, Thallasemia, Hemofilia, Transplantasi Hati, Transpalantasi Ginjal, TB, Jiwa dan Kusta.

Arif berharap melalui penyempurnaan-penyempurnaan tersebut diharapkan dalam fase 2 ini pelaksanaan sistem rujukan online ini akan semakin baik dan dirasakan manfaatnya oleh peserta. Di masa datang, digitalisasi rujukan ini diharapkan dapat mendekatkan peserta JKN-KIS dengan fasilitas kesehatan sehingga mengurangi antrean dalam pelayanan kesehatan.

"Semoga faskes juga terus secara proaktif memberikan data-data profil pelayanan di rumah sakit yang dibutuhkan dalam implementasi rujukan online melalui aplikasi HFIS," pungkasnya.

Sebagai informasi sampai dengan 1 September 2018, tercatat 201.660.548 jiwa penduduk di Indonesia telah menjadi peserta JKN-KIS. BPJS Kesehatan juga telah bermitra dengan 22.467 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.430 rumah sakit (termasuk klinik utama), 1.546 apotek, dan 1.091 optik.

 


Umaya Khusniah

Umaya Khusniah
10-09-2018 21:56