Main Menu

Kemkes Harus Segera Hentikan Antrean Panjang Pasien RSCM

Iwan Sutiawan
25-07-2014 13:59

Pos Pemeriksaan Gratis di Palu (ANTARA/Mohamad Hamzah)Jakarta, GATRAnews - Kementerian kesehatan (Kemkes) harus segera mengatasi mengularnya antrian pasien di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Dharmais, Jakarta demi memberikan layakan maksimal bagi pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Saya melihat Kemkes harus merespon isu ini dengan cepat. Ini sudah merupakan pertanda akan menjadi suatu masalah besar di kemudian hari," nilai Poempida Hidayatulloh, mantan anggota komisi IX DPR RI di Jakarta, Jum`at (25/7).

Politisi muda ini meminta Kemkes segera mengatasinya, karena BPJS Kesehatan didesain untuk dapat memberikan solusi pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia dan semangatnya, kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat pun harus prima.

"Kalau terjadi masalah, maka harus segera diluruskan agar kembali pada kualitas standar yang diharapkan," tandasnya.

Meski BPJS Kesehatan memang baru berjalan 1 semester, namun harapan, animo, dan antusiasme masyarakat sudah sangat besar, sehingga ini tidak boleh terjadi pembiaran dalam konteks menurunnya mutu pelayanan kesehatan.

"Adalah tanggung jawab Pemerintah memastikan bahwa para peserta BPJS mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak," tandasnya.

Adapun permasalahan di RSCM yang di bawah kendali langsung Kemkes, sesuai informasi, rata-rata per harinya sesuai dengan informasi yang diterima, RSCM harus melayani sekitar 3000-an pasien. Pukul 06.30 WIB, loket pengambilan nomer untuk antrian pelayan dibuka. Antrian untuk mendapatkan nomor saja sudah panjang sejak saat itu.

"Kemudian, pukul 07.30 WIB, antrian barulah loket pelayanan kesehatan dibuka, dan antrian sesuai dengan nomer antrian dijalankan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," ujarnya.

Meski budaya antri dalam konteks menjaga ketertiban memang harus menjadi budaya, namun jika antrian pasiennya mengular, maka antrian panjang pun harus menjadi perhatian demi memikirkan lebih lanjut cara pelayanan yang lebih manusiawi, karena tidak semua orang sakit pada dasarnya mempunyai sanak saudara atau teman yang dapat membantu dalam antrian. "Bayangkan saja kalau ada pasien yang sakit kronis harus masuk dalam antrian yang panjang," tandasnya.

Gambaran yang tidak jauh berbeda pun terjadi di RS Dharmais, Jakarta, sehingga Kemkes dan lembaga terkait harus segera mengatasinya secara tepat dan cepat. {jcomments on}



Penulis: Iwan Sutiawan
Editor: Edward Luhukay

Iwan Sutiawan
25-07-2014 13:59