Main Menu

Enggan Periksa Lanjutan, Jumlah Pasien Buta karena Diabetes Tinggi

Rosyid
31-10-2017 21:22

Ilustrasi. (Pixabay/FT02)

Yogyakarta, gatracom - Rumah Sakit Khusus Mata ‘YAP’ DI Yogyakarta menyatakan saat ini jumlah penderita kebutaan karena diabetes, terutama di kalangan usia produktif, sangat tinggi. Rata-rata 100 orang per hari memeriksakan diri terkait kebutaan akibat diabetes atau retinopati diabetika.



Dokter spesialis mata subdivisi vitreoretina RS Dr Yap Supanji menerangkan retinopati diabetika dialami penderita diabetes berusia di atas 30 tahun. Tingginya kadar gula di tubuh jika tidak ditangani secara cepat  akan menyebabkan kebutaan dengan gejala awal berupa pandangan yang kabur.

“Ada dua cara penyembuhan. Satu melakukan perawatan untuk tetap mempertahankan kondisi pandangan kabur. Kedua, operasi,” kata Supanji saat paparan dalam peringatan World Sight Day 2020 di Yogyakarta, Selasa (31/10).

Untuk penyembuhan melalui operasi, penderita retinopati diabetika harus mengeluarkan biaya hingga Rp46 juta yang bagi sebagian penderita sangat memberatkan.

Untuk wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya, enam dokter spesialis vitreoretina di RS Dr Yap menangani sekitar 100  penderita retinopati diabetika setiap hari.

Supanji menerangkan, banyaknya penderita retinopati diabetika diduga karena penderita diabetes yang melakukan pemeriksaan lanjutan untuk kesehatan mata amat minim. Kebanyakan penderita diabetes lebih peduli pada proses penurunan kadar gula.

“Penanganan dini bisa mencegah kondisi yang lebih parah. Sayangnya penderita lebih banyak datang ketika sudah parah dan harus operasi,” jelasnya.

Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan RS Dr Yap Rastri Paramita menjelaskan, selain karena diabetes, retinopati diabetika juga disebabkan tingginya kolestrol, riwayat keluarga, dan gaya hidup yang kurang aktivitas fisik serta terlalu sering melihat gawai.

“Rumus pencegahan sebenarnya mudah, yaitu 20.20.20. Setelah melihat objek jarak dekat selama 20 menit, maka mata harus istirahat 20 detik, dan melihat objek jarak jauh minimal enam meter,” katanya.

Bersamaan dengan peringatan World Sight Day 2020 pada 5 November, RS Dr Yap mengadakan pemeriksaan mata gratis untuk 100 penderita berusia 40 tahun ke atas oleh 15 dokter. Kegiatan ini juga sebagai sosialisasi bahaya retinopati diabetika.

Hingga saat ini data RS Dr Yap menyebut, penyebab kebutaan terbesar karena katarak, diikuti glaukoma, dan retinopati diabetika. Berbeda dengan katarak yang setelah operasi bisa mengembalikan penglihatan, tindakan operasi retinopati diabetika hanya mempertahankan kondisi mata saat itu.



 


Reporter: Arif Koes Hernawan
Editor: Rosyid

Rosyid
31-10-2017 21:22