Main Menu

Hati-hati Minum Obat Diabetes Dari Golongan Ini, Itu Kata FDA

Aries Kelana
02-09-2018 21:42

Iustrasi (shutterstock/yus4)

Washington, Gatra.com -- Ini peringatan buat penderita diabetes. Hati-hati dengan obat penurun kadar gula darah dari golongan obat sodium-glucose cotransporter-2 (SGLT2) inhibitor. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), obat dari golongan tersebut berkaitan dengan infeksi pada alat kelamin yang serius.

 

"Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala kelembutan, kemerahan, atau pembengkakan pada alat kelamin atau daerah dari alat kelamin kembali ke rektum, dan demam di atas 100,4 Fahrenheit atau perasaan umum tidak sehat," kata FDA dalam pernyataan peringatannya, seperti dilansir situs reuters.com (31/8). "Gejala-gejala ini dapat memburuk dengan cepat, jadi penting untuk segera mencari perawatan."

Adapun nama infeksi alat kelamin yang dimaksud itu adalah necrotizing fasciitis from perineum, atau gangren Fournier. Penyakit ini mengenai penis dan dubur dan lebih banyak menyerang pria. Gejalanya, alat kelamin seperti terkena luka bakar. Gangren Fournier merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika jaringan tubuh mati akibat terhentinya suplai darah karena adanya penyakit, cedera dan atau infeksi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), SGLT2 inhibitor disetujui oleh FDA untuk orang dewasa yang mengidap diabetes tipe 2. Cara kerjanya, membantu menurunkan gula darah yang dibarengi diet dan olahraga.

Beberapa obat yang termasuk dalam golongan SGLT2 inhibitor, di antaranya, dapagliflozin, canagliflozin, empagliflozin dan ertugliflozin. Obat-obat tersebut membuat ginjal mengeluarkan gula dari tubuh melalui urin.

"Jika Anda menghilangkan lebih banyak glukosa dalam urin Anda, itu akan memberi Anda lebih banyak potensi glukosa di uretra Anda dan area di sekitar alat kelamin Anda. Itu akan menjadi lingkungan yang lebih menguntungkan bagi bakteri untuk tumbuh," ujar Profesor Jamie Alan, ahli farmakologi dan toksikologi di Michigan State University, Amerika Serikat. Bakteri bisa tumbuh berkembang jika mendapat makanan dari gula.

Infeksi ini terjadi di skrotum atau penis dan gejala termasuk nyeri skrotum dan kemerahan. Penelitian menyebutkan bahwa lebih dari 1.800 kasus telah dilaporkan dalam literatur medis bahasa Inggris sejak tahun 1950, dan paling sering ditemukan pada pria dewasa.

FDA menyarankan agar para dokter memeriksa pasien jika menunjukkan gejala-gejalanya. Dokter diminta segera memberikan antibiotik spektrum luas atau atau melakukan bedah untuk mengangkat jaringan yang mati pada alat genital pria.

FDA juga menyarankan dokter untuk berhenti meresepkan SGLT2 inhibitor. FDA menyediakan formulir untuk profesional perawatan kesehatan atau pasien untuk melaporkan efek samping yang terkait dengan penggunaan inhibitor ini.


Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
02-09-2018 21:42