Main Menu

Waduh...60% Lingkar Perut Pejabat DKI Diatas Normal!

Nur Hidayat
03-01-2014 19:21

Jakarta, GATRAnews - Pejabat di DKI Jakarta ternyata paling rawan terkena hipertensi (darah tinggi), diabetes dan serangan jantung. Lingkar perut pegawai DKI sudah terlalu besar dan rawan memicu berbagai jenis penyakit.

 

"Survei pada pejabat DKI itu lingkar perutnya sudah terlalu besar dan itu membahayakan. Semakin perut gendut, hipertensi, diabetes dan serangan jantung mengancam," ujar Kadis Kesehatan DKI, Dien Emmawati, Jakarta, Jumat (3/1) siang.

 

Dien mengatakan, jumlah pejabat yang lingkar perutnya di atas normal mencapai 60%. Terjadi pada sebagian besar pejabat berjenis kelamin laki-laki dibandingkan dengan perempuan.

 

Dinas Kesehatan mendukung kebijakan instruksi gubernur nomor 150 tahun 2013 tentang pelarangan penggunaan kendaraan bermotor bagi PNS DKI Jakarta sekali dalam satu bulan. Dengan seperti memaksa pejabat untuk berjalan kaki mengurangi lingkar perut. 

 

"Kalau saya justru bagus kebijakan itu, kita jadi bergerak. Mau tidak maumereka harus jalan agar berubah, lingkar perutnya mengecil," tukas Dien.

 

Seperti diketahui, hari ini  merupakan hari pertama diterapkannya Instruksi Gubernur nomor 150 tahun 2013 tentang larangan penggunaan kendaraan pribadi. Instruksi ini ditanggapi positif dengan terlihat banyak PNS ramai-ramai menggunakan angkutan umum hingga bersepeda menuju Balaikota.

 

Mulai dari pejabat hingga PNS golongan bawah. Berdasarkan pantauan di lapangan,  tidak ada kendaraan roda empat maupun roda dua yang masuk ke halaman Balaikota DKI Jakarta. Padahal biasanya ratusan kendaraan masuk untuk sekedar mengantarkan PNS, karena memang tidak ada parkir di Balaikota.

 

Mereka memilih menggunakan angkutan umum seperti bajaj, ojek, metromini, dan taksi. Bahkan beberapa pejabat ada menggunakan sepeda. Diantaranya, pejabat yang menggunakan sepeda menuju Balaikota, diantaranya Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Wiriyatmono, Deputi Bidang Kependudukan Syahrul Effendi, Walikota Jakarta Selatan Syamsudin Noor, dan Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Sarwo Handayani.

 

Mereka berkumpul di Taman Ayodya, Jakarta Selatan dan bersama-sama menuju Balaikota. Sedangkan, Ahok tetap menggunakan kendaraan dinasnya untuk menuju Balaikota. Dia beserta dengan para ajudannya tiba sekitar pukul 07.30. Selain itu, Basuki juga tetap dikawal oleh voodrijder dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.  (*/Zak)

Nur Hidayat
03-01-2014 19:21