Main Menu

Zika Diduga Kuat Menyebabkan Glaukoma pada Bayi

Rohmat Haryadi
01-12-2016 19:56

Ilustrasi Zika (healthfacty.com)

Jakarta GATRANews - Sebuah tim peneliti di Brazil dan  Yale School of Public Health telah menerbitkan laporan pertama yang menunjukkan bahwa virus Zika dapat menyebabkan glaukoma pada bayi yang terpapar virus selama kehamilan. Paparan virus Zika selama kehamilan menyebabkan cacat lahir pada sistem saraf pusat, termasuk microcephaly. Peneliti Brazil dan Yale School of of Public Health telah melaporkan awal selama epidemi microcephaly bahwa virus juga menyebabkan lesi parah di retina, bagian posterior mata.


Sebelumnya, belum ada bukti bahwa Zika menyebabkan glaukoma, suatu kondisi yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada saraf optik dan kebutaan. "Kami mengidentifikasi kasus pertama di mana virus Zika tampaknya telah mempengaruhi perkembangan ruang anterior atau bagian depan mata selama kehamilan dan menyebabkan glaukoma setelah lahir," kata Dr Albert Icksang Ko, profesor di Yale School of Public Health dan co-penulis penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Ophthalmology, akhir November lalu.

Ko bekerjasama dengan ilmuwan lokal di Brazil sejak Zika pertama kali muncul di Amerika, untuk lebih memahami cacat lahir yang disebabkan virus dan faktor-faktor risiko untuk Zika Syndrome. Sementara melakukan investigasi terhadap epidemi microcephaly di Salvador, Brazil timur laut, para peneliti mengidentifikasi anak berusia tiga bulan yang terkena virus Zika selama kehamilan. Sementara tidak ada tanda-tanda glaukoma hadir pada saat lahir, bayi mengalami pembengkakan, nyeri, dan merobek di mata kanan.

Tim peneliti bersama dokter mata setempat mendiagnosis glaukoma sebagai penyebab, melakukan trabeculectomy, sebuah operasi yang berhasil meringankan tekanan di dalam mata. Ini adalah kejadian pertama yang diketahui dari glaukoma pada bayi dengan virus Zika. Dokter yang mengobati pasien dengan Zika harus menyadari bahwa glaukoma adalah gejala serius lain dari penyakit yang harus dipantau, kata para peneliti. Penelitian tambahan diperlukan untuk menentukan apakah glaukoma pada bayi dengan Zika disebabkan paparan langsung atau tidak langsung terhadap virus, baik selama kehamilan atau setelah melahirkan.

Virus Zika, yang terutama ditularkan melalui nyamuk yang terinfeksi, telah mencapai tingkat epidemi di beberapa daerah di seluruh dunia, dan menjadi perhatian khusus di Brazil, di mana Organisasi Kesehatan Pan Amerika melaporkan lebih dari 200.000 kasus dicurigai, dan 109.000 kasus terkonfirmasi. Sejak wabah dimulai pada 2015, Zika kini telah mencapai Amerika Serikat, dengan lebih dari 4.000 kasus yang berhubungan dengan perjalanan, dan 139 kasus akibat nyamuk lokal.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
01-12-2016 19:56