Main Menu

BPJS Tolak Tanggung Biaya Pengobatan Bayi Penderita Atresia Bilier

Ervan
06-02-2015 14:10

Jakarta, GATRAnews- Seorang bayi penderita kelainan fungsi hati atau atresia bilier, Ryuji Kaizan harus menunggu kepastian operasi transplantasi hati. Pasalnya, biaya operasi mencapai lebih dari Rp 1,2 miliar. Kedua orangtua Ryuji mengaku tidak memiliki uang sebanyak itu.

 

Sang ayah, Ferry Yunizar, menuturkan hampir setiap malam anaknya kerap menangis karena panas tinggi. "Suhu badan Ryuji turun naik. Kadang normal, tapi tiba-tiba panas tinggi," kata Ferry saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/2).

 

Dari beberapa kali perawatan di rumah sakit, Ferry dan istrinya, Lutfianti, mendapatkan informasi dari dokter RSCM, Jakarta, dokter Safira, bahwa Ryuji divonis terkena atresia bilier. Sang dokter mengatakan jalan satu-satunya adalah operasi transplantasi hati.

 

"Kata dokter, Ryuji masih diberikan ASI sehingga masih bagus kondisi badannya. Namun yang dikhawatirkan nantinya jika sudah diberikan makanan pendamping, maka berat badannya akan turun naik. Jadi masih harus di pantau dahulu sampai nanti kapan waktu operasi," kata Ferry.

 

Selain itu, karena Ryuji masih belum cukup berat badannya, sehingga operasi belum bisa dilakukan. Karena untuk melakukan operai minimal berat badannya 10 kg. Ferry lantas kaget dengan jumlah uang untuk melakukan operasi transplantasi hati. Biayanya lebih dari Rp1,2 miliar.

 

Tapi Ferry berusaha untuk mencari jalan keluar. Meskipun ia adalah peserta BPJS Kesehatan Non Penerima Bantuan Iuran (non PBI), namun terkait biaya operasinya yang cukup besar itu, pihak BPJS kesehatan enggan menanggung semua. Pihak BPJS hanya bisa mengeluarkan dana sebesar Rp 230 hingga Rp 250 juta untuk membiayai operasi Ryuji.

 

Ferry mengaku kecewa. Dia berharap, BPJS bisa menanggung semua biaya operasi anaknya. Sebab, sampai saat ini, dia belum memiliki dana sebesar itu. "Saya sudah melakukan komunikasi dengan pihak BPJS Kesehatan. Mereka enggan membiayai operasi anak saya. Mereka mengatakan kalau biaya itu telah melewati batasan biaya yang ditentukan," tuturnya.

 

Kini bayi malang tersebut menunggu uluran tangan donatur. Sang ayah pun berharap anaknya bisa disembuhkan lewat program BPJS yang digadang-gadang pemerintah sebagai program kesehatan bagi seluruh masyarakat.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat

Ervan
06-02-2015 14:10