Main Menu

Kemenkes Harus Galakkan Penelitian Temukan Obat Virus Zika

Wem Fernandez
04-09-2016 13:21

Pengasapan untuk mencegah penyebaran virus Zika di Singapura (AFP/Wong Kwai Chow/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Indonesia perlu melakukan langkah-langkah antisipatif dalam mencegah penyebaran virus zika. Data terakhir di Singapura menunjukan, telah ada 185 pasien yang terinfeksi virus tersebut. Malaysia, juga telah mengkonfirmasi satu orang  terkena virus zika.

Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Saleh Daulay mengatakan, dalam rapat dengan direktorat pencegahan dan pengendalian penyakit, Sabtu (3/9) kemarin, Komisi IX DPR RI kembali mengingatkan Kemenkes agar bersungguh-sungguh mengantisipasi virus zika.

Apalagi dengan musim penghujan seperti sekarang ini. Perantara virus zika, nyamuk aedes agepty, dapat lebih mudah berkembang biak dan menularkan virus tersebut.    "Komisi IX juga meminta pemerintah untuk mempersiapkan anggaran yang cukup dalam perang melawan zika. Karena kasusnya baru, anggaran yang dimiliki Kemenkes sejauh ini masih diperuntukkan untuk menangani penyakit menular lainnya. Belum termasuk, anggaran untuk menangani dan menanggulangi virus Zika,” jelasnya dalam pesan elektronik yang diterima GATRAnews, Minggu, (4/9).

Disamping anggaran, telaah ilmiah penyebaran serta obat dari virus ini juga harus dipikirkan oleh Kemenkes. Balitbang kemenkes diminta mengundang para pakar dan ahli kesehatan untuk berpartisipasi. Sejauh ini, sambung politisi PAN ini, pengobatan terhadap pasien yang terjangkit virus zika belum ditemukan.

“Indonesia sebagai negara besar tentu harus melakukan inisiasi penelitian dalam konteks perlindungan masyarakat. Seingat saya, beberapa waktu lalu, Kemenkes berhasil melakukan penelitian dalam menyediakan vaksin flu burung. Kita mengharapkan, hal yang sama bisa dilakukan dalam penanganan virus Zika,” demikian Saleh.


Reporter : Wem Fernandez

Editor: Nur Hidayat 


 

Wem Fernandez
04-09-2016 13:21