Main Menu

Obat Antivirus HSRx 431™ Terbukti Ampuh Lawan Virus Zika

Flora Librayanti BR K
07-09-2016 20:52

Pencegahan penyebaran virus zika (AFP Photo/yus4)

 

Arizona, GATRAnews – Perusahaan farmasi HSRx Biopharmaceutical asal Arizona, Amerika Serikat menyatakan obat mereka HSRx 431™ ampuh melawan virus Zika. Dalam rilis yang diterima GATRAnews hari ini, dijelaskan bahwa HSRx 431™ sesungguhnya merupakan polyfunctional-powered combination drugs yang digunakan dalam penyakit menular dan penyakit kronis terkait penuaan.

 

Obat antivirus ini dipakai untuk beragam jenis penyakit (broad-spectrum) yang dikonsumsi lewat mulut (orally administered). Kajian awal yang diadakan oleh pusat riset SRI International di laboratorium yang terletak di Shenandoah Valley, memastikan keampuhan HSRx 431 melawan virus Zika. Uji coba sebelumnya secara in vivo dilakukan guna menunjukkan keamanan dan keampuhan usulan obat tersebut terhadap infeksi demam berdarah dan infeksi chikungunya.

 

Sejumlah uji coba lain terhadap HSRx 431 untuk Zika akan digelar secara bersamaan oleh SRI International. Dr. Fauci dan Senior Scientific Advisor NIAID David M. Morens, M.D. menuliskan dalam New England Journal of Medicine bahwa untuk mengobati wabah arbovirus, pendekatan yang mengutamakan satu jenis obat untuk satu virus dari serangga tertentu (one-bug-one-drug) tidak akan memadai.

 

Oleh karena itu sangat dibutuhkan obat antivirus untuk beragam jenis penyakit yang ampuh melawan berbagai kategori virus. “Kami telah mematenkan HSRx 431 secara terpisah dan dikombinasikan dengan Oseltamivir (Tamiflu™) dan antivirus lain. Menjadikannya pilihan obat antivirus untuk beragam penyakit untuk penanganan awal dan pencegahan berbagai jenis infeksi yang disebabkan virus, termasuk Zika, dengue, chikungunya dan influenza, tanpa perlu mengidentifikasi virus mana penyebabnya,” sebut CEO HSRx Thomas Sullivan, Jr.

 

HSRx tengah mengembangkan protokol klinis dan pendaftaran ke FDA akan diselesaikan untuk uji coba mengenai keamanan calon obat itu pada manusia. Setelah itu akan memulai uji coba pada manusia pada awal 2017 dan segera meraih persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (U.S. Food & Drug Administration/FDA).

 

Seperti diketahui, Badan Kesehatan Dunia WHO menyatakan bahwa zika belum ada vaksin maupun obatnya. Virus yang terutama ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut banyak terdapat di daerah-daerah tropis.  :


Reporter : Flora Libra Yanti

Editor : Taufik Alwie

Flora Librayanti BR K
07-09-2016 20:52