Main Menu

Anak-anak Mengonsumsi Morpin dari Obat Batuk dan Anti Nyeri

Rohmat Haryadi
20-09-2016 20:20

Kodeine Berbahaya Untuk Anak-Anak (Dok.GATRA)

Jakarta, GATRANews - Akademi Pediatri Amerika (AAP) mendesak orang tua dan penyedia layanan kesehatan untuk berhenti memberikan kodeine untuk anak-anak, dan menyerukan pendidikan tentang risiko penggunaannya, dan pembatasan pada pasien di bawah 18 tahun. Kodein adalah sejenis obat golongan opiat yang digunakan untuk mengobati nyeri sedang hingga berat, batuk (antitusif), dan diare.



Laporan Klinis APP terbaru pada Oktober 2016 mengangkat isu, “Codeine: Time to Say `No.” Waktunya mengatakan tidak pada kodein. Hal itu berlatar belakang semakin banyaknya bukti yang menghubungkan obat penghilang rasa sakit itu dengan reaksi gangguan pernapasan yang fatal dan mengancam jiwa.

Obat opiat yang digunakan selama puluhan tahun pada resep obat pereda sakit, hingga formula obat batuk. Opiat adalah obat yang diperoleh dari alkaloid opium seperti morfin. Kodeine diubah oleh hati menjadi morfin. Karena variabilitas genetik, kecepatan tubuh seseorang dalam memecah obat berbeda-beda. Pada beberapa pasien, kodeien memiliki pengaruh yang terlalu kuat daripada orang lain.

Individu tertentu, terutama anak-anak dan orang-orang dengan metabolisme ultra-cepat, mungkin mengalami pernapasan berat  melambat, atau bahkan mati setelah mengambil dosis standar kodeine. Meskipun risiko itu terdokumentasi dengan baik, dan keprihatinan diungkapkan oleh kelompok pemerhati obat seperti AAP, Administrasi Makanan & Obat Amerika Serikat, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), obat itu masih dijual bebas tanpa resep.

Menurut laporan AAP, kodeine juga masih umum diresepkan untuk anak-anak setelah prosedur bedah, seperti pengangkatan tonsil dan adenoid (amandel). Lebih dari 800.000 pasien di bawah usia 11 tahun diresepkan kodeine antara 2007 dan 2011, menurut sebuah penelitian yang dikutip dalam laporan AAP. Dokter THT paling sering meresepkan kodein (19,6 persen), dokter gigi (13,3 persen), dokter anak (12,7 persen), dan dokter umum/keluarga (10,1 persen).

Laporan klinis baru menguraikan alternatif potensial untuk menghilangkan rasa sakit pada anak-anak. Tetapi relatif sedikit obat yang aman dan efektif yang tersedia untuk anak. "Manajemen nyeri yang efektif untuk anak-anak tetap menantang," kata Joseph D. Tobias, pemimpin penulis laporan itu. “Karena tubuh anak-anak memroses obat berbeda daripada orang dewasa,” dia menambahkan.

Laporan AAP, dipublikasikan secara online 19 September. Berisi dorongan untuk peningkatan pendidikan orang tua dan penyedia layanan kesehatan, tentang risiko penggunaan kodein pada anak-anak. Dan pembatasan formal penggunaannya pada anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Serta penelitian lebih lanjut tentang pengobatan nyeri yang aman pada anak-anak.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
20-09-2016 20:20