Main Menu

Ada Terobosan Baru untuk Obati Sakit Sariawan

Edward Luhukay
20-12-2016 11:44

Artikel Terkait

Jakarta, GATRAnews - Selama ini, jika sakit sariawan, lebih sering diobati dengan obat yang jika ditetesi atau dioles pada bagian yang luka akan terasa perih. Kini berkat kemajuan dalam dunia pengobatan, mengobati sariawan tanpa harus merasa perih dan hasilnya lebih efektif. Kini telah ditemukan Plester Sariawan merk Ulceloocin yang diklaim efektif, tanpa rasa perih, dan aman. Saat kontak dengan cairan luka maka plester akan berubah menjadi gel yang melekat kuat di tempat luka. Sehingga saat itu juga tidak terasa perih lagi.



Plester Sariawan merupakan hydrogel kering yang tidak mengandung bahan tambahan lain ataupun obat. Sangat aman bila plester tersebut tertelan. Plester ini bisa digunakan orang dewasa maupun anak-anak, dan telah direkomendasikan oleh dokter gigi.

Menurut Rahmi Amtha, dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, bersama timnya, Marcia dan Anggia Irma Aninda, yang telah melakukan penelitian terhadap Plester Sariawan, didapatkan kesimpulan bahwa Plester Sariawan aman dam ampuh digunakan untuk sariawan.

"Kami telah melakukan penelitian terhadap Plester Sariawan. Ini sesuatu yang baru dan dapat menjadi pilihan alternatif pengobatan sariawan. Mengapa demikian, karena salah satu prinsip dasar mengobati sariawan adalah obat atau bahan yang dipakai harus mampu bersifat covering agent, sehingga memberikan kesempatan pada jaringan luka/sariawan untuk beregenerasi dan akhirnya menyembuh. Plester sariawan memiliki kemampuan itu. Saat ini masih belum terlalu banyak bahan atau obat yang bisa mengurangi rasa sakit melalui kemampuannya dalam memproteksi lesi dengan baik," ungkap Rahmi, melaluli siaran pers yang diterima GATRAnews, Selasa (20/12).

"Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa daya cengekram obat ini, sangat baik dan tidak ada perbedaan bermakna dengan penggunaan obat jenis orabase," Rahmi, menambahkan.

Cara penggunaan Plester Sariawan juga cukup mudah. Tinggal menempelkan plester tersebut pada bagian yang luka (dalam keadaaan basah terbilas oleh air liur) sebelum makan. Tunggu sampai empat hari, luka akan sembuh dan atau membaik. Sariawan klasik (bukan dilatarbelakangi oleh faktor sistemik atau lainnya) akan sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Namun jika dalam waktu tersebut belum juga sembuh, maka disarankan untuk segera memeriksakan luka tersebut ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut.

Apa Itu Sakit Sariawan?
Sariawan merupakan penyakit mulut yang umum terjadi dan menyerang 25% dari populasi berbagai kalangan usia, baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun lansia. Sariawan lebih sering menyerang "wanita dewasa muda" serta masyarakat menengah atas akibat faktor stres.

Sariawan merupakan luka ringan yang dapat sembuh sendiri (self-limiting disease) dalam waktu 10-14 hari untuk sariawan jenis kecil ringan (minor) dan empat minggu untuk jenis yang berat (major).

Walaupun penyakit ringan, sariawan dapat mengganggu penderita sehingga mempengaruhi kualitas hidup kesehariannya. Faktor penyebab sariawan, a.l: trauma (tergigit/sikat gigi/kawat gigi), genetik, berhenti merokok, perubahan hormon, stres, dan defisiensi nutrisi.

Menurut Rahmi, yang menyebabkan orang terkena sariawan itu biasanya disebabkan oleh beberapa faktor (multi-faktorial). Secara awam orang tahunya semua luka dalam mulut namanya adalah sariawan. Kalau berfikir hanya sariawan biasa, seseorang sering cenderung mengabaikan. Sesungguhnya sariawan hanya menggambarkan adanya kondisi luka pada jaringan lunak mulut yang sering menimbulkan rasa sakit.

"Dalam bahasa kedokteran sariawan dikenal dengan nama stomatitis aftosa. Luka seperti stomatitis aftosa mirip dengan sariawan yang disebabkan karena akibat infeksi, auto-imun, reaksi alergi, dan lain-lain. Hal ini harus dibedakan dengan luka atau sariawan yang terjadi karena latar belakang trauma. Baik trauma fisik, psikis, trauma termal ataupun trauma kimia," jelas Rahmi.

Namun pada umumnya, orang terkena sariawan karena daya tahan tubuh yang rendah. Juga dapat karena rendahnya nutrisi yang masuk. Ini yang bisa mengakibatkan sariawan terjadi secara berulang-ulang. Cara pengobatannya harus melihat secara detil faktor penyebab sariawan tersebut. Baru bisa melakukan rencana perawatan yang komprehensif sehingga bisa sembuh total.




Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
20-12-2016 11:44