Main Menu

Angka Keberhasilan Pengobatan TB Capai 84%

Aries Kelana
23-03-2017 15:27

Jakarta, GATRANews -- Indonesia bersama puluhan negara lain, belum keluar dari daftar negara penyumbang kasus TB(tuberkulosis)  di dunia. Sehingga TB masih menjadi salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Untuk mengendalikannya, pemerintah menyediakan sumberdaya, sarana, dan prasarana penanggulangan TB di seluruh Indonesia.


Menurut laporan surveilans TB 2015, dijumpai kasus TB sebanyak 330.729 pada tahun itu. “Angka keberhasilan pengobatan sebesar 84% (selesai pengobatan dan sembuh),” kata M Subuh, Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Jakarta dalam rilis yang diterima GATRANews (23/3/2017). Itu diucapkan dalam kaitan menyambut Hari Stop TB Sedunia, yang puncaknya akan dihelat pada 1 April mendatang.

Sisanya 16% kasus adalah pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan, karena: meninggal, pindah tempat tinggal, tidak melanjutkan pengobatan, penyakit kebal terhadap obat yang diberikan. Dengan rata-rata lebih dari 300.000 pasien yang diobati per tahunnya, maka terhitung sejak tahun 2012 Indonesia telah berhasil menyelamatkan nyawa lebih dari 1 juta nyawa.

Sejak tahun 1995, Program Nasional TB mengadopsi strategi DOTS sebagai strategi nasional dan sekarang dikembangkan menjadi strategi yang lebih akseleratif yaitu TOSS TB (Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh).

Perubahan strategi dari penemuan pasif promotif menjadi aktif, intensif dan masif melalui: penemuan berbasis keluarga dan masyarakat pada populasi khusus ( lapas, pondok pesantren, asrama, perumahan padat penduduk dan kumuh), peningkatan jejaring layanan  dengan melibatkan Rumah Sakit dan Klinik swasta dikenal Public-Private Mix (PPM), dan peningkatan kolaborasi layanan di fasilitas pelayanan kesehatan yaitu untuk TB-HIV, TB-DM, TB-Gizi.



Editor: Aries Kelana

 

 

Aries Kelana
23-03-2017 15:27