Main Menu

Obat Mengandung DNA Babi, YLKI Desak Kompensasi Bagi Konsumen

Sandika Prihatnala
05-02-2018 17:25

(Dok. Medifarma Laboratories/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak produsen obat/suplemen Viostin DS dan Enzyplex memberikan kompensasi kepada konsumen yang merasa dirugikan. Kedua produk ini positif mengandung DNA babi.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengajak konsumen yang merasa dirugikan melapor kepada BPOM RI, LPPOM MUI atau YLKI. Kompensasi terhadap konsumen diatur di dalam UU Nomor 8 Tahun 1999 tengang Perlindungan Konsumen.

"Kami ingin mendorong produsen dua produk ini untuk memberikam kompensasi kepada konsumen. Sebagaimana diatur di dalam undang-undang," kata Tulus di Kantor  BPOM, Jakarta Pusat, Senin (5/2).

PT Pharos Indonesia dan Medifarma Laboratories adalah produsen kedua produk ini. YLKI menilai tidak cukup dengan hanya menarik ulang (produk) dari pasaran.

YLKI mendesak sanksi pidana kepada produsen kedua obat/suplemen ini karena sengaja mengganti enzim dari DNA sapi ke babi. Sanksi itu membuat pelaku industri farmasi ini jera.

" Ini sama dengan kasus penyedap Ajinamoto di 2003. Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi, pengawasan oleh BPOM diperketat," pungkas Tulus.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan seluruh Balai Beras Pengawas Obat dan Makanan di Indonesia (BBPOM) melakukan pengawasan Viostin DS dan Enzyplex di setiap wilayah.

"Kita perintahkan balai untuk melakukan pengawasan. Dua produk ini sudah ditarik dari pasaran, kalau masih langsung sita," kata Kepala BPOM RI Peny K Lukita. 


Reporter : Abdul Rozak

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
05-02-2018 17:25